klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Cara menentukan suatu zat bersifat asam atau basa

!Hola . . .
Pada kesempatan ini admin batang kayu mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang telah berkunjung blog batang-kayu. Pada kesempatan hari ini admin akan berbagi sedikit tentang sifat asam dan basa serta bagaimana cara menentukanya. Didalam kehidupan asam dan basa sangat berpengaruh dan kita juga membutuhkan zat-zat ini sperti asam lambung untuk mencerna makanan masuk dan membunuh kuman yang terdapat pada makanan tersebut, sedangkan basa yang terdapat pada sabun berguna ketika kita mandi atau mencuci.
Semua zat yang ada di alam ini memiliki wujud masing-masing yakni ada berupa padat, cair, dan gas. Selain itu masing-masing wujud memiliki sifat yang berbeda-beda, salah satu pembedanya adalah sifat asam dan basa. Asam memang berbeda dengan basa, sifat asam berarti suatu zat yang memiliki nilai ph dibawah 7, hal ini berarti asam berada pada ph dibawah air. Sifat asam dalam suatu zat ditandai dengan kandungan dari atom hidrogen atau atom yang mempunyai elektron valensi yng berlebih dalam molekul zat contoh NaCl, HCl. Asam juga dapat menghasilkan daya yang dapat menghidupkan lampu yang ditandai denngan munculnya gelembung, asam ini disebut asam dengan sifat elektrolit artiya asam yang dapat menghasilkan listrik.
Ph merupakan suatu nilai yang menentukan apakah suatu zat bersifat asam atau basa sampai saat ini wujud zat dengan ph 7 dimiliki oleh air jernih atau H2O. 
Sedangkan sifat basa adalah suatu zat yang mempunyai ph diatas 7 misalnya ph pada zat NaOH adalah 8,5. Sifat basa pada zat memiliki kandungan atom oksigen dan hidrogen yang kekurangan atau membutuhkan elektron valensi.
Menentukan sifat asam dan basa sebenarnya dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pertama dengan melihat sifat-sifat fisis zat, kedua dengan melihat sifat kimiawi zat, dan ketiga adalah dengan melihat sifat biologis suatu zat. Ketiga metode tersebut yang masih digunakan oleh para pembelajar dalam menentukan sifat asam basa suatu zat. Berikut admin uraikan metode-metode tersebut

1. Menentukan asam basa dengan melihat sifat fisisnya


Sifat fisis memiliki beberapa kategori misalnya rasa, bau, dan daya hantar listrik. Suatu zat apabila dikatakan asam karena memiliki rasa yang asam jika dikecap dengan alat indra lidah contoh rasa jeruk purut yang asam, sedangkan sifat basa zat akan terasa pahit misalnya obat maag yang pahit karena mengandung zat basa membantu mengurangi asam lambung, pada air tidak akan terasa apa-apa atau tawar karena air memiliki ph 7 sedangkan asam memiliki ph yaitu1,2,3,4,5, dan 6 . Bau dari zat asam akan menyengat dan tidak sedap misalnya ketka anda mencium bau dari keringat baju yang sudah lama pasti anda akan segera mencuci baju tersebut. Saran saya jangan pernah mencium bau dari asam yang kuat karena sangat mematikan bagi anda contoh asam kuat adalah asam sianida (HCN). Selanjutnya dalam menentukan sifat fisis asam yang membuat saya merasa takjub adalah daya hantar listrik, coba anda siapkan rangkaian listrik yang sederhana dengan hambatanya adalah lampu dan baterai sebagai sumber, lalu putuskan salah satu kabel dan disambungkan dengan beberapa sampel zat asam. Setelah itu coba perhatikan nyala lampu apakah menyala terang atau redup atau tidak menyala. Lampu yang menyala berarti zat tersebut mengandung asam jika menyala  terang maka kandunganya kuat.

2. Menentukan asam basa dengan melihat sifat kimiawi

Melihat sifat kimiawi dari suatu zat apakah mengandung asam atau basa dapat dilakukan dengan cara mencampurkan zat tersebut kedalam cairan lainya sebagai indikator bebasnya. Suatu zat cair apabila dikatakan asam yang kuat bila dapat menghancurkan logam, nah coba lihat besi yang berkarat itu diakibatkan suatu reaksi kimia yang disebabkan oleh asam, sifat asam ini didalam kimia disebut dengan korosif. Sifat asam jika dapat dideteksi oleh kertas lakmus, jika lakmus berubah merah maka zat bersifat asam sebaliknya jika berwarna biru akan bersifat basa. Sifat basa akan mengubah lakmus merah menjadi bewarna biru. Jika basa bereaksi dengan lemak maka akan membentuk sabun yang saat ini kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menentukan  asam basa dengan melihat mekanisme biologis

Mekanisme biologis terdiri dari flora dan fauna. Tumbuhan beberapanya dapat menghasilkan kadar asam seperti jeruk, anggur, belimbing dan sebagainya, sedangkan pada hewan berfungsi sebagai perlindungan misalnya sengatan lebah mengandung senyawa asam amino, HCL, asam formiat, asam fosfat. Hewan yang menghasilkan senyawa basa adalah salah satunya adalah tawon, sengatan tawon dapat dipakai berkali-kali karena tidak lepas dari ekor tawon berbeda dengan lebah tadi yang sekali sengat maka tidak dapat digunakan lagi. Mengidentifikasi asam basa secara biologis juga dapat menggunakan dengan kubis ungu, bunga mawar, bunga sepatu, dan kunyit.
Pentingnya menentukan kadar asam dan basa suatu zat sangat berguna bagi berbagai bidang baik itu pada bidang sains, pertanian bahkan jika kita memasak hal ini sangat berguna. Pada bidang sains selain mempelajari disekolah-sekolah ada banya fungsi menentukan asam basa sebagai contoh dalam pembuatan zat baru kadar asam dan basa sangat ditentukan apakah nanti akan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari atau penangkar penyakit? Pada bidang Teknologi pertanian pengaruh asam basa adalah hal utama pada tumbuhan yang kekurangan asam akan dikasih pupuk yang mengandung atom hidrogen sebaliknya jika tanaman kekurangan senyawa basa maka tanaman tersebut akan diberikan pupuk yang memiliki atom OH. Pada bidang kesehatan misalnya penangani penyakit maag, asam lambung yang menyeabkan penyakit maag akan dinetralisisr dengan cepat dengan senyawa basa yang terdapat pada obat maag (obat maag umumnya menggunakan senyawa Mg(OH)2), untuk itu jangan sekali-kali menunda makan anda karena dapat meningkatkan asam lambung dan berujung maag. Pada bidang kehutanan pengaruh asam sangat diperhatikan oleh para ilmuwan dan pemerintah karena hutan merupakan sumber nafas seluruh makhluk hidup akan mati kalau kadar asam yang tinggi pada hujan, hal ini dipengaruhi oleh sumber-sumber limbah pabrik tak terolah lagi dan bersifat gas lalu menyatu dengan awan. Awan ini lah yang akan membuat hujan asam.

Kesimpulan :
  • Menentukan asam dan basa suatu zat dapat menggunakan dengan cara melihat sifat fisis, kimiawi, serta biologisnya
  • Asam memiliki ph dibawah 7 sedangkan basa diatas 7 sampai nilai 14
  • Asam jika dicampur dengan air akan melepaskan ion Hidrogen 
  • Basa jika dicampur dengan air maka ion OH akan terlepas
  • Untuk menetralisir asam dapat digunakan senyawa yang mengandung basa
  • Asam dan basa sangat berguna bagi kehidupan misalnya bidang pertanian, kesehatan, sains, dan sebagainya
Sekian pembahasan tentang menentukan asam dan basa yang admin jelaskan semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian
Nos vemos de nuevo en el próximo post
Post a Comment

Post a Comment