Hallo jumpa lagi dengan saya admin batang kayu, pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang beberapa kajian science. Ilmu ini memang sangatlah menarik jika dipelajari dan bahkan akan menyenangkan ketika disadari pada kehidupan sehari-hari.
Tema pokok pembahasan science saya pada postingan sekarang adalah Alasan Sampah dapat menghasilkan energi listrik. Sampah memang suatu limbah manusia yang pada saat ini sangat sulit untuk diolah alasannya bukan bagaimana cara mengolah akan tetapi niat dari manusia itu sendiri yang masih belum ada.
Menurut pemberitaan yang ada Indonesia juga menghasilkan limbah sampah yang cukup banyak terutama di perkotaan. Semakin banyak jumlah penduduk maka presentasi meningkatnya sampah akan tinggi.
Penduduk lebih cenderung membuang sampah sembarangan dibanding mengolahnya sendiri. Telah banyak banyak cara mengolah limbah-limbah sampah yang telah ditemukan bahkan ada beberapa daerah di Indonesia mereproduksi limbah tersebut, akan tetapi beberapa penduduk tidak mengindahkan hal tersebut.
Beberapa sampah seperti plastik dapat membuat berbagai karya yang menakjubkan misalnya membuat tas, hiasan, tempat pena dan sebagainya. Berdasarkan hal tersebut tahukah anda sampah juga dapat menghasilkan energi listrik loh?
Ajang mengembangkan Energi Alternatif
Energi listrik? Bagaimana caranya sampah dapat menghasilkan listrik? berikut penjelasanya. Pada bulan Mei lalu seorang pelajar yang berumur 18 tahun dari Vancouer, Kanada bernama Austin Wang telah berhasil memenangi kompetsi Intel International Science and Enginering Fair (ISEF) tahun 2016.
Ajang tersebut diadakan pada tanggal 8 sampai 13 Mei 2016 di Phoenix, Arizona. Karya Austin Wang adalah memanfaatkan sel bahan bakar mikroba/ Microbial Fuel Cell (MFCs) yang terdapat pada sampah organik menjadi energi listrik.
Sel bahan bakar tersebut lebih efisien dalam mengubah sampah organik menjadi energi listrik. Hal inilah yang membuat pelajar tersebut mendapatkan penghargaan Gordon E Moore dan sejumlah uang 75 ribu dollar USA.
Wang berhasil memproduksi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan menghasilkan listrik yang lebih efisien, yang dijeaskanya pada presentasi ISEF2016 di Phoenix Convention Center. Sistem bakar yang Wang buat telah diklaim menghasilkan energi listrik terbanyak dari sebelumnya bahkan melebihi dari penggunaaan solar sell atau sel tenaga surya.
Semakin banyak bakteri yang dihasilkan maka akan menghasilkan energi listrik yang besar pula.
Menurutnya MFC dapat dijual secara komersial dalam artian kita bisa memakai alat tersebut dengan memanfaatkan sampah yang ada.
Menurutnya MFC dapat dijual secara komersial dalam artian kita bisa memakai alat tersebut dengan memanfaatkan sampah yang ada.
Penelitian yang Terkait
Pemanfaatan sampah merupakan salah satu ide dalam mengembangkan energi alternatif yang ada. Mikroba pada sampah dapat menghasilkan energi listrik menurut penelitian, Barnet Cohen tahun 1931 bahwa mikroba dapat menghasilkan tegangan sebesar 35 volt.
Penelitian lainya dari Queensland Univercity di Australia yang mana MFC dapat menghasilkan listrik sampai 2 kilowat. Hal tersebut tesebut terjadi karena adanya pemberian umpan yang mana pertumbuhan mikroba dapat menjadi pesat. Umpan tersebut dapat berupa proses fermentasi.
Prinsip dari Microbial Fuel Cell (MFC) adalah menhasilkan elektron dari proses metabolisme bakteri dalam kondisi tidak ada udara (anaerob), hal tersebut dapat menghasilkan glukosa, butirat karbondioksida, asetat, Ion H+, dan beberapa jumlah elektron. Sama- sama kita ketahuai bahwasanya elektron dapat dialirkan dari anoda (kutub negatif) ke katoda (kutub positif).
![]() |
| Inilah proses yang terjadi pada MFC. Gambar diambil dari http://globalwater.jhu.edu/ |
Pada kutub anoda diharapkan kedap udara agar nantinya tidak ada zat lain menyatu dengan atom akseptor oksigen yang akan membentuk air atau H2O dan pada akhirnya elektron tidak akan sampai ke anoda. Ketika kutub anoda kedap udara dan elektron akan berada pada kutub tersebut maka elektron tersebut akan mengalir pada katoda melalui rangkaian listrik yang telah ditentukan sebelumnya.
Elektron dapat mengalir dari anoda ke katoda sedangkan proton berpindah menggunakan suatu membran semipermiabel yang membuat partikel tersebut teraliri di ruang katoda ruang katoda haruslah aerob karena oksigen akan sangat berfungsi dalam penerimaan elektron dan akan membentuk molekul air. Ketika kedua partikel bertemu maka akan terjadi elektroda dan menhasilkan tegangan.
Ada beberapa macam bakteri yang mengasilkan listrik dan pengurai dari sampah seperti yang dijelaskan tadi dan bakteri lainya adalah sejenis Geobacter metallireducens. Bakteri tersebut dapat hidup dan mengurai sampah organik dan bahkan tidak membutuhkan oksigen (anaerob) untuk hidup.
Kemampuan bakteri inilah yang dapat menggerakan partikel elektron yang nantinya akan menghasilkan energi listrik. Oksidasi bakteri ini akan menghasilkan karbondioksida hal lain pemicunya adalah reaksi oksigen dengan logam besi.
Demikianlah penjelasan saya semoga kita dapat membuat, mengembangkan, dan menerapkan teknologi alternati MFC tersebut di Negara kita. Menurut salah satu dosen berkata "meniru atau menerapkan karya seseorang juga merupakan suatu proses pembelajaran yang pada akhirnya mengarah ke tingkat analisis. Jadi apa yang dapat anda perbuat sekarang? and Lets do it!!!
Referensi : National Geographic Indonesia
Referensi : National Geographic Indonesia




Post a Comment