klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Ternyata memang ada mesin Pendingin tanpa memakai zat CFC

Kulkas atau dalam bahasa inggrisnya disebut refrigerator merupakan teknologi yang dapat mengubah suhu menjadi dingin. Pada saat ini kulkas sangat digunakan di dalam rumah tangga karena fungsinya dapat mengawetkan makanan yang akan menghemat pembelajaan bulanan.

Selain rumah tangga beberapa kulkas juga sangat berguna didalam bidang kedokteran misalnya tempat menyimpan organ tertentu. Begitulah fungsi kulkas saat ini. Beberapa pengembang kulkas telah membuat peralatan listrik ini agar penggunaanya lebih efisien dari sebelumnya. Karena kulkas adalah salah satu penyebab terjadinya efek global dan penipisan lapisan ozon. 

Hal ini dikarenakan bahwa pada kulkas memakai suatu cairan kimia yang sama dengan peralatan listrik pendingin ruangan yaitu CFC (Chlorofluorocarbons) dan HCFC (hydrochlorofluorocarbons). Kedua zat inilah yang menyebabkan pemanasan global.

Cara kerja kulkas sangat sederhana yaitu menggunakan kompresor yang mana berfungsi dalam memindahkan kalor didalam ruangan ke luar kulkas, selanjutnya akan dikerjakan oleh cairan tadi yang membuat kulkas tetap dingin.

Pihak pengembang kulkas telah memikirkan dampak kedepanya dari peralatan ini, bagaimana seharusnya kerja pendingin harus lebih efisien tanpa menggunakan zat CFC dan HCFC? Pemakaian zat tersebut harus dapat dikurangi didalam pembuatan kulkas.

Oleh sebab itu diperkenalkanlah sebuah teknologi pendingin magnet (magnetic refrigerator). Teknologi ini dikembangkan dan berhasil dibuat oleh para ilmuwan yang berbasis bahan magnet. Mesin pendingin tersebut menggunakan efek dari kalori magnet (magnetocaloric effect).

Pasti kita masih bertanya kenapa magnet dapat memindahkan beberapa kalori? Defenisi sendiri dari efek kaori magnet yaitu perubahan suhu yang disebabkan pada bahan feromagnetik seperti metal gadolinium (simbol Gd mempunyai nomor atom 62). Perubahan suhu akan terjadi ketika logam tersebut dikeluarkan ataupun dimasukan pada medan magnet.
Seperti inilah proses pendinginan magnetik. Sumber gambar : Majalah sains

Perubahan suhu akan terjadi akibat dari parubahan proses adiabatik dari kekuatan medan magnetik yang mana kutub-kutub magnet pada atom akan tersusun. Nah penyusunan inilahh yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan entropi yang dibahas didalam hukum kedua termodinamika maka bahan akan menjadi panas jika logam tadi dimasukan kedalam medan magnetik. Sebaliknya jika bahan feromagnetik dikeluarkan dari medan magnet maka akan terjadi pendinginan ruangan didalam kulkas, hal inilah yang dinamakan pendingin magnet.

Jadi dapat disimpulkan cara kerja dari pendingin ini adalah proses dimasukan dan dikeluarkan bahan feromagnetik terhadap medan magnet. Jika bahan dimasukan kedalam medan maka akan terjadi pemanasan dan sebaliknya ketika dikeluarkan akan mendinginkan kulkas.

Bahan feromagnetik akan menjadi panas jika berada dalam medan magnet. Energi panas tersebut akan hilang ke lingkungan jika bahan tadi di keluarkan dari medan magnet dan akan mejadi dingin. Efek tersebut yang menjadi pokok dari pengembangan kulkas oleh ilmuwan fisika pada tahun 1917 yaitu Pierre - Ernest Weiss, Prancis dan Auguste Antoine Piccard, Swiss. Prinsip tersebut telahk diuraikan oleh Peter Joseph WD. tahun 1926dan kemudian oleh William Francis Q tahun 1927.

Pendingin magnetik pertama kali dikembangkan oleh beberapa peneliti dari Los alamos National Laboratory (LANL) di New Mexico pada tahun 1933. Kelompok peneliti tersebut telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam teknologi pendingin tahun 1980, akan tetapi pendingin tersebut mengalami kegagalan didalam kebutuhan domestik akibat dari ketergantungan pemakaian magnet semikonduktor yang pada akhirnya menyebabkan tidak efektifnya suhu yang ditimulkan karena terlampau dingin. Selain itu faktor biaya dan konsumsi energi yang tinggi juga sangat merugikan.

Berdasarkan kerugian dar peneliti sebelumnya kini prototype tersebut dikembangkan dan telah berhasil dalam mencapai suhu yang dapat membekukan air. Sebagian dari perusahan dengan kelompok peneliti telah mengembangkan teknologi pendingin magnet seperti General Elektric (GE) dan Cooltech Applications

Sumber : Majalah Sains
Post a Comment

Post a Comment