klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Inilah teknologi pencegah banjir

Asalamualaikum pembaca sekalian...
Pada awal tahun baru 2017 beberapa daerah di Indonesia di guyur hujan yang lebat. Hujan tak pernah berhenti dari malam sampai siang hari. Menurut perhitungan musim memang pada saat ini Indonesia mengalami musim hujan yang mana angin berhembus dari benua Australia ke Asia. Karena pada daerah disekitar Australia memiliki samudra yang luas makanya angib membawa cukup banyak air sehingga membasahi di beberapa daerah di indonesia.

Pada daerah perkotaan banjir memang sesuatu hal yang perlu ditindak secara serius, karena selain mendapatkan kerugian yang besar penyakit menular akan timbul dengan cepat. Menurut berita yang tayang kemaren-kemaren beberapa daerah di Sumatera Barat seperti pesisir selatan, solok telah digenangi air, sungai-sungai pun meluap sehingga banyak rumah penduduk terkena banjir.

Dampak dari banjir memanglah sangat merugikan oleh karena itu kita yang masih belum terkenanya mulailah dari sekarang untuk mengantisipasi banjir seperti menanam banyak pohon di tempat yang gundul serta mengurangi penebangan pohon-pohon besar.Bagi tempat-tempat yang rawan akan banjir saya ada beberapa teknologi yang pernah ada demi mengantisipasi banjir.
Berikut teknologinya

A. Teknologi Persiapan Banjir

Disini akan mengungkapkan cara beberapa orang-orang di beberapa belah dunia yang mengantisipasi dengan cara mendesain tempat dia tinggal. Berikut ide-ide mereka:

  • Rumah Amfibi

Ide pertama adalah dengan cara membuat rumah amfibi. Di negara Inggris telah berkembang tentang rumah ini tepatnya pada tepi sungai Themes. Layaknya hewan amfibi yang dapat hidup di dua alam, rumah tersebut juga mempunyai kemampuanya yang serupa dengan hewan tersebut.

Pada saat air sungai meluap lalu mengisi pondasi-pondasi rumah maka secara otomatis rumah tersebut terangkat kemudian mengapung setinggi 4 sampai 6 meter dan turun ketika setelah air sungai kembali normal.

Pemasangan tiang pada rumah amfibi haruslah secara vertikal yang berguna untuk menahan rumah tetap berada didarat agar tidak hanyut seiring derasnya air sungai. Dengan begitu kita tidak perlu keluar dari rumah atau pergi ke atap pada saat banjir datang.

Selanjutnya adalah alas rumah tidak menyatu dengan tanah agar nanti pada saat banjir datang rumah akan terangkat dengan sendirinya secara otomatis. Perlu di usahakan bahwasanya alas rumah tidak ada yang bocor.

Berikut penggambaran rumah amfibi ini
Gambar 1. Struktur Rumah Apung.
Sumber : www.iplbi.or.id

  • Ombak Buatan cegah banjir

Di Negara Belanda Ilmuwan Detares Research Institute, Delfit telah mengembangkan suatu alat yang mampu memecah besar ombak yang datang. Nama alat pembuat ombak ini adalah Delta Flume. Mesin tersebut dapat menciptakan berbagai macam ombak buatan yang biasa terjadi pada lautan bahkan telah dapat menciptakan sebuah Tsunami yang ketinggiannya 5 meter.

Pemasangan Delta Flume dapat membuat gelombang ombak yang mendorong air maju mundur kearah tembok setinggi 10 meter. Pada instalasi Delta Flume gelombang akan terlihat pada tangki yang sempit dengan panjang 300 meter. Telah diketahui harga pembuatan instalasi alat tersebut adalah 26 juta Pounsterling.

Pemasangan Delta Flume paling tepat pada daerah pantai yang mampu memecah gelombang ombak yang begitu besarnya. Delta Flume merupakan suatu alat dari hirdolik yang memompa air pada wadahnya perbedaanya dengan pemecah gelombang dari pasir adalah dorongannya yang melawan gelombang ombak. Dengan teknologi yang canggih Delta Flume dapat bekerja secara otomatis. Menurut pakar-pakarnya Delta Flume dapat mendeteksi badai lalu memecah ombak yang disebabkanya. Mungkin sekedar harapan di Indonesia  dapat membangun instalasi tersebut buat Jakarta yang terus mengalami banjir.

Berikut gambaran dari mesin Delta Flume
Gambar 2. Gelombang yang dihasilkan Mesin Delta Flume
Sumber : Deltaresfilm (Youtube)

  • Sodetan Ciliwung

Cara ini adalah upaya pemerintah Jakarta dalam pencegahan banjir. Proyek tersebut masih mempunyai kendala saa ini seperti pembebasan lahan penghambatan pada tiang-tiang pancang proyek. Kendala lainya adalah pada proses pengeboranya karena sodetan ini membutuhkan cara tersebut  mulai dari  Bangunan Pembagi Air sampai dari huluny yaitu terdapatnya dua buah pancang seperti gambar berikut ini
 Gambar 3. Skema Pembuatan Sodetan Ciliwung. 
Sumber : www.bappedajakarta.go.id
Pada gambar tampak adanya kanal atau saluran besar yang terbentang dibawah tanah. Bagian hulu dan pangkal kanal terdapat sebuah tangki penampungan yang pada saat banjir nanti tangki tersebutlah yang akan menampung air. Fungsi kanal tersebut adalah sebagai penghubung antar kedua tangki tersebut dan kemudian banjirpun tercegah. Di usahakan kedua tangki mempunyai kedalaman yang berbeda salah satunya lebih dalam dari tangki lainya. Fungsinya adalah menampung air yang penuh pada tangki lainya.

  • Pembangunan Sumur Resapan

Salah satu teknik rekayasa konservasi air adalah berupa sumur resapan. Instalasi tersebut menyerupai bentuk sumur yang digali dengan kedalaman tertentu yang mana berfungsi agar tempat menampung air hujan akan diresap tanah dan berkumpul pada sumur tersebut. Kondisi tanah pada instalasi tersebut haruslah berpori agar air dapat terserap dengan mudah.

Teknologi ini telah dikembangkan oleh Japan International Coorperation Agency (JICA). JICA membuat percontohan pada pembangunan  Rainwater Storage Infiltration Facility (kolam resapan). Kolam resapan tersebut menggunakan material Cross Wave yang memiliki resapan tiga kali lebih menguntungkan daripada metode konvensional.

Pembangunan resapan tersebut juga dapat menahan beban seberat 45 Ton sehingga dapat dipasang dimana saja. Teknologi resapan ini sangat berguna bagi daerah yang berpotensi terhadap kebanjiran. Mudah-mudahan didaerah kita atau ada orang yang dapat membuat teknologi ini. Kira-kira seperti inilah gambaran sumur resapan tersebut
Gambar 4. Skema Sumur Resapan . 
Sumber : bebasbanjir2025 
Pada gambar terlihat bahwa air akan dengan mudah diserap tanah jika permukaannya berpori lalu dasar sumur diisi berupa ijuk ataupun pasir agar air tidak akan tergenang didalam sumur. Bak kontrol berfungsi mengatur air yang masuk kedalam sumur jika seandainya sumur penuh pasti air yang masuk dapat dihentikan.

B. Modifikasi Teknologi pada saat Banjir

Jika memang telah terjadi banjir, anda tidak usah khawatir karena beberapa orang kreatif berikut mampu memodifikasi kendaraan seperti memanjangkan knalpotnya, meninggikan kendaraanya.
Mari perhatikan gambarnya.

1. Bajaj Kreatif

Bajaj ini mampu melewati air setinggi 30 cm. Memiliki roda yang besar di bagian belakang serta bagian depanya dibuat lebih memanjang supaya mudah dikendalikan fungsinya tak lain agar air tidak cepat masuk.

2. Mobil Drum

Mobil ini di modifikasi menggunakan drum disekitarnya agar ketika banjir mobil akan terangkat lalu pada bagian roda dibuat seperti baling - baling agar dapat berjalan diatas air. Jangan lupa perhatikan posisi knalpot mobil yang akan anda modifikasi supaya terhindar dari kemasukan air.

3. Sepeda boat

Beberapa hari yang lalu di media sosial kita menyaksikan sebuah karya modifikasi sepeda anti air. Sepeda ini mengandalkan gallon berfungsi untuk mengangkat sepeda. Pada umumnya digunakan sepeda biasa akan tetapi gunanya adalh sebagia kerangka sepeda boat ini. Modifikasi roda juga berguna untuk menggerakkan kendaraan ini diatas air.

Sepeda ini mampu berjalan diatas kolam yang telah disediakan, sepeda ini sangat mudah untuk dibuat sehingga andapun dapat memodifikasinya dirumah. Nama lain dari sepeda ini adalah sepeda amfibi karena dapat di gunakan didarat ataupun di air. Saran saya jika di tempat anda kebanjiran silahkan memodifikasi sepeda anda agar dapat berjalan di atas. Dibandingkan dengan modifikasi sebelumnya, sepeda ini merupakan hal paling mudah dibuat.

 Gambar 5. Mobil Modifikasi, Sepeda Boat, dan Bajaj Kreatif. 
Sumber : Wajib Baca
2 comments

2 comments

  • Riza Ardiyanto
    Riza Ardiyanto
    January 14, 2017 at 9:49 PM
    Ini masih konsep atau sudah terealisasikan di Indonesia gan?
    • Riza Ardiyanto
      rahfiqa
      January 15, 2017 at 1:25 AM
      beberapa diantaranya telah direalisasikan gan seperti sodetan ciliwung dan sumur resapan..banyaknya dana yang harus dipenuhi menjadi salah satu kendalanya
    Reply