Anda juga membutuhkan penglihatan yang jelas jika melihat daerah atau pemukiman warga disekitar pengunungan tersebut, maka dari itu anda menggunakan teropong sebagai alat bantu untuk melihatnya semakin dekat. Teropong yang anda gunakan mungkin saja terbuat dari optik sederhana atau hanya menggunakan gabungan dari beberapa lensa.
Dengan teropong tersebut anda dapat melihat pemukiman warga dengan jelas. Akan tetapi seandainya malam tiba dan anda melihat banyak bintang diatas langit, apakah anda masih tetap menggunakan teropong tersebut?
Zaman Galileo dahulu teropong sangat berguna untuk melihat bintang-bintang yang dekat dengan bumi, tentu saja teropong tersebut dirancang dengan perbesaran yang lebih.
Didalam dunia astronomis teropong bintang kerap disebut dengan teleskop. Teleskop merupakan suatu instrumen yang digunakan oleh pengamat bintang dengan mengumpulkan radiasi elektromagnetik sekaligus membentuk warna pada benda yang diamati.
Teleskop yang dipakai Galileo hanya dapat mengamati pencahayaan yang tampak saja hal ini berarti ada keterbatasan panjang gelombang yang diterima oleh teleskop tersebut. Padahal bintang memancarkan gelombang kuat seperti sinar gamma, sinar X, dan hingga gelombang radio. Hal tersebut dikarenakan oleh serapan panjang gelombang pada atmosfer sehingga yang sampai di permukaan bumi hanyalah panjang gelombang radio dan panjang gelombang optik saja.
Note : kita dapat melihat benda berwarna dikarenakan ada panjang gelombang dari cahaya yang terserap oleh benda tersebut, begitu juga pada teleskop dengan bintang.
Oleh karena itu dikembangkanlah teleskop radio yang mampu mendeteksi gelombang radio. Dalam melakukan pengamatan pada panjang gelombang ilmuwan membawa teleskop keluar angkasa yang dimulai dari panjang gelombang radio. Sebuah antenna yang bekerja dengan panjang gelombang 14,6 tahun 1930 an oleh Krl G Jansky, berfungsi untuk mengamati adanya gangguan pada pancaran gelombang pendek radio hal ini dilakukan di permukaan bumi.
Didalam pengamatan Jansky menemukan adanya gangguan dari pancaran gelombang radio yang tidak diketahuai asalnya. Setelah melakukan pengamatan bertutrut-turut Jansky menyimpulakan bahwa pancaran gelombang radio tersebut berasal dari pusat galaksi kita yaitu Bimasakti.
Awalnya Jansky tidak medapatkan perhatian dari dunia stronom akan tetapi kemudian pada tahun 1936 Grote Reber membuat teleskop radio yang khusus untuk receiver pancaran gelombang elektromagnetik dari luar angkasa. Reber menemukan sumber gelombang radio yang tidak diketahui lainya dan ternyata hal itu bersumber dari rasi Cassiopeia, Cygnus,dan Matahari. Semenjak itu teleskop radio digunakan dalam pengamatan bintang-bintang.
Teleskop radio bekerja pada gelombang yang lebih besar dari gelombang optik yaitu 20 cm, 400.000 lebih besar hal ini dikarena daya pisah yang dimiliki teleskop ini sangat rendah. Perbedaanya dari teleskop optik adalah pancaran teleskop optik dapat menentukan sumber pancaran di langit secara akurat sedangkan teleskop radio mampu menentukan daerah sumber pancaran itu berada.
![]() |
| http://www.radioaustralia.net.au |
Sampai saat ini teleskop radio yang digunakan dapat menentukan benda langit yang bercahaya seperti pergerakan komet, menentukan posisi galaksi. Ciri-ciri utama teleskop radio adalah mempunyai antenna seperti parabola, ketika anda menonton film "Battleship" maka anda melihat kegunaan antenna dari teleskop radio disana, menentukan pesawat alien yang datang ke bumi. Seperti itulah fungsi dari teleskop radio, sampai saat ini banyak artikel yang menyebutkan tentang pengembang dari teleskop radio seperti penambaahan fitur otomatis dari antenna.
Terima kasih telah membaca postingan kami.
Sumber : WikiPedia




2 comments