Fisika merupakan bagian dari sains. Fisika adalah ilmu yang lahir dan berkembang, yang bermula dari rasa keingintahuan tentang alam semesta yang objeknya dalam bentuk kebendaan, serta berbagai gejala atau fenomena yang dijumpai di alam.
Fisika merupakan ilmu yang nyata yang bersifat dinamis yang bisa dibuktikan keberadaannya, yaitu melalui gejala-gejala yang diberikan oleh proses yang mungkin dilakukan melalui eksperimen di laboratorium. Jadi, untuk membuktikan suatu kebenaran dari suatu teori atau hukum fisika dapat dilakukan melalui suatu eksperimen. Namun, tidak semua materi fisika di sekolah dapat dieksperimenkan dalam mempelajarinya. Hal ini bisa menimbulkan kesalahan dalam pemahaman konsep bagi siswa. Kesalahan seperti ini disebut miskonsepsi. Miskonsepsi ini tidak hanya dilakukan oleh siswa, guru fisika juga bisa salah dalam memahami konsep fisika. Sehingga kita melihat banyak konsep-konsep fisika yang dikembangkan berdasarkan pengembangan konsep-konsep yang telah berkembang sebelumnya.
Ada banyak penyebab miskonsepsi dalam memahami konsep, prinsip, maupun hukum fisika. Penyebab miskonsepsi tadi bisa disebabkan kesalahan dalam menafsirkan keterangan dari buku yang terkadang bersifat ambigu. Penjelasan yang keliru dari guru, maupun dari pengamatan sehari-hari juga dapat mengakibatkan terjadinya miskonsepsi.
Untuk memahami konsep-konsep fisika agar sesuai dengan yang dikembangkan ilmuwan, maka harus dilakukan analisis secara cermat, mencari referensi yang lebih banyak. Saat ini sumber referensi sudah cukup banyak seiring dengan semakin banyaknya sumber informasi, baik media cetak maupun media elektronik.
Salah satu konsep dalam ilmu fisika adalah kerja dan energi. Keduanya memainkan peranan yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam fisika, kerja diberi defenisi yang tepat dan berbeda dari pemakaian kita sehari-hari. Kerja dilakukan pada suatu benda oleh sebuah gaya hanya bila titik tangkap gaya itu bergerak melewati suatu jarak dan ada komponen gaya sepanjang lintasan geraknya. Konsep energi sangat erat kaitannya dengan konsep kerja, yang mana energi didefenisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Jika kerja dilakukan oleh suatu sistem pada sistem lain, energi akan dipindahkan antara kedua sistem tersebut. Pada pembahasan kali ini akan dibahas miskonsepsi yang terjadi di sekolah tentang konsep kerja dan energi yaitu konservasi dari energi.
Miskonsepsi yang muncul dalam fisika yang berhubungan dengan konsep energi.
Berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang muncul dalam pembelajaran fisika:
- Energi dapat diciptakan atau dihilangkan( Energy gets used up or runs out ).
- Sesuatu yang tidak bergerak tidak mempunyai sejumlah energi( Something not moving can’t have any energy ).
- Sebuah gaya yang bekerja pada sebuah benda selalu mengerjakan usaha walaupun benda tersebut tidak bergerak ( A force acting on an object does work even if the objects does not move ).
- Energi akan hilang dalam perpindahan dari satu bentuk ke bentuk lain ( Energy is destroyed in transformations from one type to another ).
Tinjauan Teoritis
1. Massa
Newton menggunakan massa sebagai sinonim jumlah zat.Lebih tepatnya, massa adalah ukuran inersia suatu benda. Jika massa suatu benda Lebih besar, maka lebih sulit pula untuk mengubah geraknya. Lebih sulit untuk membuat benda diam bergerak, menambah kecepatan benda, mengurangi kecepatan benda, ataupun membuat benda diam.
2. Hukum II Newton
Hukum II Newton dinyatakan sebagai berikut:
Percepatan sebuah benda berbanding lurus denngan resultan gaya yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massa benda. Arah percepatan sama dengan arah resultan gaya yang bekerja padanya.
3. Gaya-gaya konservatif dan Nonkonservatif
Gaya konservatif merupakan gaya yang tidak bergantung pada lintasan tetapi hanya bergantung pada posisi awal dan akhir contohnya gravitasi, elastis, listrik . Sedangkan gaya nonkonservatif merupakan gaya yang bergantung pada lintasan awal dan akhir contohnya gesekan, hambatan udara, dan tegangan tali.
4. Berat
Istilah massa dan berat sering disamakan. Berat merupakan gaya, gaya gravitasi yang bekerja pada benda. Berat benda di bumi arahnya menuju pusat bumi.
w = mg
di mana:
w= berat
g= percepatan gravitasi
5. Kerja ( Usaha )
Kerja atau usaha yang dilakukan oleh gaya konstan didefenisikan sebagai hasil kali besar perpindahan dengan komponen gaya yang sejajar dengan perpindahan.
D. Pembahasan
1. Energi dapat diciptakan atau dihilangkan( Energy gets used up or runs out).
Dalam memahami konsep tentang energi bahwa energi tidaklah dapat diciptakan dan tidak pula dapat dihilangkan. Energi adalah kekal, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
2. Sesuatu yang tidak bergerak tidak mempunyai sejumlah energi( Something not moving can’t have any energi).
Konsep yang benar adalah sesuatu yang tidak bergerak mempunyai sejumlah energi, misalnya sebuah batu yang tergantung pada sebuah tiang mempunyai energi meskipun batu itu tidak bergerak tetapi mempunyai energi yaitu energi potensial dengan acuan terhadap permuakaan bumi.
3. Sebuah gaya yang bekerja pada sebuah benda selalu mengerjakan usaha walupun benda tersebut tidak bergerak( A force acting on an object does work even if the objects does not move).
Tidak setiap gaya yang bekerja pada sebuah benda selalu mengerjakan usaha, misalnya saja gaya yang diberikan pada sebuah benda tegak lurus terhadap arah perpindahan, besar usaha yang dihasilkan adalah nol. Contoh seseorang yang menenteng tas belanja yang berat, sebuah gaya memang diberikan terhadap tas belanja tersebut tetapi besar usaha yang dihasilkan adalah nol karena gaya yang diberikan terhadap tas belanja tersebut tegak lurus terhadap arah perpindahan.
4. Energi akan hilang dalam perpindahan dari satu bentuk ke bentuk lain( Energy is destroyed in transformations from one type to another).
Energi tidak hilang tetapi berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain, misalnya sebuah benda yang berada pada ketinggian tertentu mempunyai energi potensial dengan acuan terhadap permukaan bumi tetapi saat benda tersebut jatuh kebawah energi potensial akan berubah menjadi energi kinetik. Dalam hal ini energi tidak hilang tetapi berubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
Sumber : Kuliah Analisis Materi Fisika




Post a Comment