klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Bima Sakti dan Andromeda bertabrakan?

Beberapa waktu lalu dari pengamatan yang dilakukan oleh salah satu astronom Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menggunakan Teleksop Hubble antara tahun 2002 dengan 2010 menyimpulkan bahwa diperkirakan Galaksi tempat tata surya kita berada akan bertabrakan dengan galaksi tetangga kita yaitu Andromeda sekitar empat miliar tahun yang akan datang. Efek tabrakan tersebut akan menyebabkan matahari berpindah atau terpental ke region yang berbeda akan tetapi hal tersebut tidak dapat mennyebabkan bumi hancur.



Matahari sebagai pusat tata surya bumi menurut ilmu pengetahuan telah bergerak selama miliaran tahun lamanya. Ketika bumi berevolusi dan berotasi matahari juga berevolusi terhadap bintang, jadi tata surya kita tidak hanya diam di tempat tapi juga bergerak. Terpentanya matahari disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi oleh kedua galaksi hal lebih lanjut silhkan pelajari hokum Newto tentang gravitasi sebagai dasar ilmunya.

Prediksi dari teleskop Hubble pergerakan dari galaksi yang disebut M31 atau Andromeda ini memiliki jarak sekitar 2,5 tahun cahaya dari galaksi bima sakti. Karena dengan adanya beberapa faktor seperti gravitasi mutual dan materi hitam kedua kalaksi ini saling berdekatan. Galaksi Andromeda berisi sekitar 1 triliun bintang sedangkan Bima sakti 300 Miliar bintang, karena jarak antar bintang sangat jauh diperkirakan hanya dua bintang yang akan bertabrakan. Pada galaksi Andromeda dan Bima Sakti terdapat materi hitam atau lubang hitam yaitu berjenis supermasif namanya Sagittarius A*. Kedua lubang sangat jauh jaraknya dan akan menyatu jika bertabrakan karena pengaruh gravitasi yang sangat kuat. Ketika kedua lubang hitam menyatu maka akan terjadi transfer energy ke orbit bintang-bintang yang berada didalamnya dehingga posisi bintang yang didalam akan berpindah ke region berbeda. Gas yang akan diambil oleh bintang akan menciptakan quasar atau nukleus galaksi aktif, sehingga berpengaruh terhadap kecerahan dari bintang.

Para ilmuan selama beberapa dekade sebelumnya berspekulasi tentang Andromeda dengan bima sakti jika bertabrakan namun sekarang sudah ada bayangan tentang kedua galaksi itu. Skenario perkiraan seperti kayu pemukul yang akan bersiap memukul bola. Andromeda yang menjadi bolanya, akan tetapi butuh waktu empat miliaran tahun lamanya supaya sampai ke galaksi kita walaupun kecepatanya 2000 kali lebih cepat atau sekitar 110 kilometer per sekon.

Simulasi komputer menggambarkan kira-kira butuh tambahan dua miliar tahun lagi antara galaksi bimasakti dengan Andromeda akan bersatupadu membentuk galaksi baru, hal ini di sebabkanya kuatnya gravitasi materi hitam antara kedua galaksi. Meskipun bertabrakan terjadi tapi tidak akan berpengaruh terhadap tata surya kita karena jarak mereka terlalu jauh akan tetapi posisi matahari akan berbeda yaitu terlempar pada galaksi baru yaitu gabungan kedua galaksi tadi. Dalam simulasi berlangsung posisi tata surya akan berpindah jauh dari posisi asalnya saat ini dalam ruang angkasa. Ada kondisi lain dari tabrakan berlangsung yaitu keikutsertaan dari galaksi lain yaitu M33 atau galaksi Triangulum. M33 merupakan galaksi terbesar dan tercerah di grup lokal, berada di galaksi Andromeda, dan galaksi inilah yang akan menyentuh galaksi bima sakti sebelum Andromeda. Kemungkinan Galaksi Triangulum akan mengorbit dari penggabungan Andromeda dengan Bima Sakti.

Berikut Simulasi tabrakan kedua galaksi



Peristiwa selanjutnya yang akan terjadi adalah terpadatnya hydrogen yang ada pad piringan di kedua galaksi spiral tersebut lalu menghasilkan formasi bintang kuat seperti yang ada pada galaksi Antennae. Karena kangdungan gas antara Bimasakti dengan Andromeda sedikit maka hanya menghasilkan quasar sehingga ledakan keduanya relative kecil.

Tambahan disinilah posisi kita sekarang


Sumber :
National Gerographic Indonesia
Wikipedia
Post a Comment

Post a Comment