Setiap benda yang bergerak membentuk lintasan melingkar disebut gerak melingkar. Dalam pembahasan mengenai gerak melingkar, masih terdapat beberapa kesalahan konsep atau miskonsepsi. Miskonsepsi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya informasi yang diberikan oleh sumber belajar siswa kurang lengkap, gambar dan animasi yang memberikan pengertian berbeda dari setiap siswa, pengalaman dari kehidupan sehari-hari,serta dari hal-hal lain yang dapat menimbul miskonsepsi.
Kesalahan pemahaman ini berakibat buruk untuk pemahaman siswa terhadap konsep-konsep fisika. Bahkan, karena kesalahan konsep (miskonsepsi) ini, fisika semakin dianggap sulit oleh siswa. Oleh sebab itu, untuk meminimalisir terjadinya miskonsepsi, khususnya pada gerak melingkar, penulis akan menganalisisnya lebih jauh dalam kali ini.
MISKONSEPSI
1. Pengertian
Miskonsepsi sebagai suatu interpretasi konsep-konsep dalam pernyataan yang tidak dapat diterima (novak 1984), menurut Brown (1989,1992), miskonsepsi sebagai suatu pandangan yang naïf dan mendefenisikan sebagai suatu gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang sekarang diteerima. Fowler (1987)menjelaskan dengan rinci arti miskonsepsi, ia memandang miskonsepsi sebagai pengertian yang tidak akurat akankonsep, penggunaan konsep yang salah, klasifikasi contoh-contoh yang salah, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hirarki konsep-konsep yang tidak benar.
2. Penyebab terjadinya miskonsepsi
a. Siswa/ mahasiswa
Miskonsepsi yang berasal dari siswa dapat dilihat dari beberapa hal yaitu :- Konsep awal siswa/ prakonsepsi
- Pemikiran asosiatif
- Pemikiran humanitik
- Reasoning yang tidak lengkap
- Intuisi yang salah
- Tahap perkembangan kognitif siswa
- Kemampuan siswa
- Minat belajar siswa
b. Guru/ pengajar
c. Buku teks d. Konteks
- Pengalaman
- Bahasa sehari-hari
- Teman lain
- Keyakinan dan ajaran agama
3. Cara mengatasi
b. Merancang pengalaman belajar yang bertolak dari prakonsepsi tersebut dan kemudian menghaluskan bagian yang sudah baik dan mengoreksi bagian yang salah.
c. Latihan pertanyaan dan soal-soal untuk melatih konsep baru dan menghaluskannya
Contoh Miskonsepsi yang Muncul pada Gerak Melingkar
Dalam pembahasan gerak melingkar, ada beberapa miskonsepsi yang akan dibahas diantaranya:
- Circular motion does not requer a force (gerak melingkar tidak memerlukan gaya).
- Centrifugal forces are real (gaya sentrifugal adalah nyata).
- An object moving in circle with constant speed has no acceleration (suatu benda yang bergerak melingkar beraturan tidak memiliki percepatan).
- An object moving in a circle will continue in circular motion when released (sebuah objek yang diputar akan tetap dilingkaran pada saat dilepaskan).
- An object is circular motion will fly out radially whwn released (suatu objek bergerak melingkar akan lepas searah dengan jari-jari lingkaran pada saat dilepaskan.
Pembahasan
1. Gerak melingkar tidak memerlukan gaya (Circular motion does not require a force)
Pernyataan yang menyebutkan bahwa gerak melingkar tidak memerlukan gaya adalah pernyataan yang kurang tepat. Hal ini karena pada dasarnya, agar benda dapat bergerak melingkar, benda tersebut memerlukan gaya yang selalu membelokkannya menuju pusat lingkaran. Gaya ini dikenal dengan gaya sentripetal.2. Gaya sentrifugal adalah sesuatu yang nyata (Centrifugal forces are real)
Gaya sentrifugal (gaya yang menjauhi pusat lingkaran) bukanlah sesuatu yang nyata, melainkan hanya efek semu dari gerak melingkar. Salah satu contoh dari gerak melingkar adalah pada saat kita memutar sebuah benda yang terikat pada sebuah tali. Jika sewaktu-waktu tali tersebut putus, maka benda akan terlempar keluar lingkaran, searah dengan arah kecepatan linearnya. Terlemparnya benda keluar lingkaran ini, merupakan efek dari gaya sentrifugal.
3. Suatu benda yang bergerak melingkar beraturan tidak mempunyai percepatan (An object moving in circle with constant speed has no acceleration)
Benda yang bergerak melingkar mempunyai beberapa percepatan, diantaranya adalah percepatan linear, percepatan sudut, dan percepatan sentripetal. Pada gerak melingkar beraturan, percepatan linear dan percepatan sudutnya bernilai nol. Oleh karena itu, muncul miskonsepsi bahwa suatu benda yang bergerak melingkar beraturan tidak mempunyai percepatan. Padahal sebenarnya, benda yang bergerak melingkar beraturan masih mempunyai percepatan sentripetal, yaitu percepatan yang selalu mengarah pada pusat lingkaran. Bukti bahwa benda yang bergerak melingkar beraturan memiliki percepatan sentripetal :
Benda yang bergerak melingkar beraturan memiliki besar v yang sama, dan arahnya berbeda. Sehingga, jika kita lihat arah ∆v nya, akan mengarah ke pusat lingkaran.
4. Sebuah objek yang diputar akan tetap di lingkaran pada saat dilepaskan (An object moving in a circle will continue in circular motion when released)
Pada gambar di atas, terlihat sebuah objek yang diputar dengan tali vertikal. Jika tali diputus atau dilepaskan, maka objek tersebut tidak akan tetap pada lingkaran, melainkan akan bergerak searah dengan kecepatan linearnya, dimana kecepatan linear ini tegak lurus dengan jari-jari lingkaran.
5. Suatu objek bergerak melingkar akan lepas searah jari-jari lingkaran pada saat dilepaskan (An object is circular motion will fly out radially when released)
Pembahasan pada miskonsepsi yang kelima ini hampir sama dengan pembahasan pada miskonsepsi keempat. Objek yang bergerak melingkar, pada saat dilepaskan, akan bergerak sesuai dengan arah kecepatan linear benda, bukannya lepas searah jari-jari lingkaran. Dengan kata lain, objek tersebut bergerak tegak lurus terhadap jari-jari lingkaran, karena kecepatan linear tersebut tegak lurus terhadap jari-jari lingkaran.
Kesimpulan
1. Gerak melingkar memerlukan gaya.
2. Gaya sentrifugal adalah gaya yang tidak nyata.
3. Gerak melingkar beraturan masih mempunyai percepatan, yaitu percepatan sentripetal.
4. Sebuah objek yang diputar akan bergerak searah dengan kecepatan linearnya pada saat dilepaskan.
5. Suatu objek bergerak melingkar akan lepas tegak lurus dengan jari-jari lingkaran pada saat dilepaskan.
Sumber : Wikipedia,School for Champion








Post a Comment