Emas merupakan suatu bahan yang berharga bagi semua orang. Banyak emas dijadikan sebagai perhiasan, lapisan bahan berharga, sedikit pada makanan mewah dan lainya. Mendapatkan emas juga tidak segampang yang kita kira, dan tempatnya juga bukan sembarang tempat. Biasanya penambang emas mendapatkan emas di bagian sungai dan sangat sulit mengumpulkannya. Di Indonesia banyak daerah tempat mendapatkan emas misalnya di papua yang mana emasnya segunung, selain it masih banyak daerah-daerah yang mengandung emas akan tetapi kita tidak dapat menmbangnya karena illegal dan mengganggu alam. Anda harus meminta izin dulu kepada pemerintah dalam mendapatkan emas. Untuk memurnikan emas diperlukan suatu cairan keras yaitu raksa yang mana nantinya akan menyebabkan pencemaran ikan pada sungai dan hal ini berlanjut pada manusia yang mengkonsumsi ikan.
Begitu susahnya mendapatkan emas, akan tetapi anda jangan putus asa ada cara lain untuk mendapatkan emas. Caranya yaitu mengembangbiakan bakteri penghasil emas. Sebuah tim penelitian dari MSU (Michigan State University) menemukan bakteri bernama Cupriavidus metallidurans yang hidup pada zat beracun bagi makhluk hidup yaitu Klorida emas (gold chloride). Menurut tim peneliti bakteri tersebut akan memakan racun dan kotoranya menjadi emas murni. Hal inilah yang mereka sebut dengan alkimia mikroba yang mana mengubah sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai. Cupriavidus metallidurans berkembang didalam klorida emas atau larutan emas dengan konsentrasi yang sangat tinggi yang terdapat di alam seperti di laut, di tanah dan sumber air alami. Proses metabolism bakteri tersebut sebelumnya telah dipelajari ilmuwan melalui biogeokimia. Bakteri yang diteliti tersebut mempunyai ketahanan yang tinggi bahkan ada beberapa diantaranya 25 lebih kuat dari yang diteliti sebelumnya. Bakteri Cupriavidus metallidurans mempunyai dua enzim yang menghasilkan emas maupun tembaga, ilmuwan menamakannya CupA. Enzim inilah yang membuat bakteri tersebut tahan terhadap paparan racun yang mematikan.
Cara kerja bakteri mungkin anda dapat melihatnya pada laboratorium khusus yaitu “ The Great Work of the metal lover.” Pada laboratorium bakteri diteliti dan ilmuwan dapat menginterprestasikan bagaimana emas tercipta dari mikroba tersebut serta anda dapat melihatnya. Butuh waktu seminggu untuk dapat mencitakan emas didalam alat portabel pengembang bakteri. Dengan larutan emas yang ada maka bakteri akan mengeluarkan kotoranya berupa emas. Hasil metabolisme ini yang nantinya yang akan akan anda olah. Temuan emas oleh ilmuwan ini mungkin akan berdampak pada system perekonomian dunia yang mana emas akan menjadi lebih murah dari biasanya para ilmuwan tidak dapat memprediksi tentang apa yang akan terjadi setelah ini karena manusia itu pasti makhluk yang serakah.
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan MSU telah berlangsung selama 9 tahun yang mana telah dikemukakan pada tahun 2009 yang lewat. Penelitian tentang bakteri mungkin saat ini telah menjadi pesat apalagi dengan teknik genetic bakteri. Ilmuwan pasti mengembangkan daya kembang bakteri Cupriavidus metallidurans dengan teknik pemisahan kromosom atau lainya seingga dapat berkembang dengan sangat cepat.
Menambang emas dengan bakteri
Begitu susahnya mendapatkan emas, akan tetapi anda jangan putus asa ada cara lain untuk mendapatkan emas. Caranya yaitu mengembangbiakan bakteri penghasil emas. Sebuah tim penelitian dari MSU (Michigan State University) menemukan bakteri bernama Cupriavidus metallidurans yang hidup pada zat beracun bagi makhluk hidup yaitu Klorida emas (gold chloride). Menurut tim peneliti bakteri tersebut akan memakan racun dan kotoranya menjadi emas murni. Hal inilah yang mereka sebut dengan alkimia mikroba yang mana mengubah sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai. Cupriavidus metallidurans berkembang didalam klorida emas atau larutan emas dengan konsentrasi yang sangat tinggi yang terdapat di alam seperti di laut, di tanah dan sumber air alami. Proses metabolism bakteri tersebut sebelumnya telah dipelajari ilmuwan melalui biogeokimia. Bakteri yang diteliti tersebut mempunyai ketahanan yang tinggi bahkan ada beberapa diantaranya 25 lebih kuat dari yang diteliti sebelumnya. Bakteri Cupriavidus metallidurans mempunyai dua enzim yang menghasilkan emas maupun tembaga, ilmuwan menamakannya CupA. Enzim inilah yang membuat bakteri tersebut tahan terhadap paparan racun yang mematikan.
Cara kerja bakteri mungkin anda dapat melihatnya pada laboratorium khusus yaitu “ The Great Work of the metal lover.” Pada laboratorium bakteri diteliti dan ilmuwan dapat menginterprestasikan bagaimana emas tercipta dari mikroba tersebut serta anda dapat melihatnya. Butuh waktu seminggu untuk dapat mencitakan emas didalam alat portabel pengembang bakteri. Dengan larutan emas yang ada maka bakteri akan mengeluarkan kotoranya berupa emas. Hasil metabolisme ini yang nantinya yang akan akan anda olah. Temuan emas oleh ilmuwan ini mungkin akan berdampak pada system perekonomian dunia yang mana emas akan menjadi lebih murah dari biasanya para ilmuwan tidak dapat memprediksi tentang apa yang akan terjadi setelah ini karena manusia itu pasti makhluk yang serakah.
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan MSU telah berlangsung selama 9 tahun yang mana telah dikemukakan pada tahun 2009 yang lewat. Penelitian tentang bakteri mungkin saat ini telah menjadi pesat apalagi dengan teknik genetic bakteri. Ilmuwan pasti mengembangkan daya kembang bakteri Cupriavidus metallidurans dengan teknik pemisahan kromosom atau lainya seingga dapat berkembang dengan sangat cepat.




2 comments