Fisika merupakan bagian dari ilmu sains yang memberikan konstribusi besar terhadap kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Fisika adalah ilmu yang lahir dan berkembang dari rasa keingintahuan tentang alam semesta yang objeknya berbentuk benda. Fisika merupakan ilmu yang nyata yang bersifat dinamis sehingga dapat dibuktikan keberadaannya melalui gejala-gejala yang berasal dari proses eksperimen. Untuk membuktikan dari kebenaran suatu teori dapat diketahui dengan melakukan percobaan atau eksperimen di laboratorium, namun tidak semua materi fisika tersebut dapat dieksperimenkan. Dari percobaan tersebut kita dapat mengetahui konsep-konsep fisika yang telah dikembangkan sebelumnya.
Berdasarkan fakta yang ada, pemahaman konsep-konsep fisika ini tidak dapat dipahami hanya sebagian saja, tapi sangat dibutuhkan analisis konsep yang sangat cermat dan teliti sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi yang bersifat fatal dalam penerimaannya. Sejauh ini tidak dapat dipungkiri bahwa kita sering menjumpai miskonsepsi yang terkait dengan konsep fisika dalam penyampaiannya di sekolah-sekolah. Miskonsepsi ini pada umumnya terjadi karena guru keliru dalam penyampaian kepada siswa sehingga kekeliruan itu terus berlanjut.
Dari pengalaman yang ditemukan di lapangan banyak sekali kekeliruan terjadi saat menerapkan konsep-konsep fisika. Seperti fenomena yang terjadi pada zaman aristoteles yang menyatakan bahwa setiap benda akan mencari keadaan alaminya seperti: batu besar (benda berat) menuju ke tanah dan asap (benda ringan) bergerak ke atas dalam udara. Dia memproklamasikan bahwa gerak melingkar adalah gerak alami karena tidak berawal dan berakhir. Dipihak lain, analisis Galileo dapat diperluas untuk menjelaskan lebih banyak fenomena, dan memberikan teori kuantutatif yang memungkinkan ramalan-ramalan yang dapat dibuktikan. Menurut Galileo bahwa sebuah benda akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan jika tidak ada gaya yang bekerja dalam merubah gerak. Berdasarkan penemuan Galileo tersebut, Isaac Newton membangun teori geraknya yang terkenal. Analisis Newton tentang gerak dirangkum dalam “tiga hukum gerak”-nya yang terkenal.
A. MISKONSEPSI YANG SERING MUNCUL DALAM HUKUM NEWTON
- Equilibrium means that all the forces on an object are equal. (Kesetimbangan berarti jika seluruh gaya yang bekerja pada benda adalah sama).
- Equilibrium is a consequence of the 3rd law. (Kesetimbangan merupakan konsekuensi dari Hukum ke III Newton).
- Only animate things (people, animals) exert forces; (tables, floors)do not exert forces.(Hanya benda hidup (manusia, hewan) yang menghasilkan gaya, sedangkan benda pasif (meja, lantai) tidak menghasilkan gaya).
- Once an object is moving, heavier objects push more than lighter ones. (Sewaktu benda bergerak, benda yang lebih berat akan menekan lebih kuat dari benda yang lebih ringan).
- Newton’s 3rd law can be overcome by motion (such as by a jerking otion). (Hukum ke III Newton tidak berlaku pada gerak (seperti gerakan sentak).
- A force applied by, say a hand, still acts on an object after an object leaves the hand. (Sebuah gaya yang diberikan (katakanlah oleh tangan) akan tetap bekerja walaupun tangan sudah dilepaskan).
B. PEMBAHASAN
1. Kesetimbangan berarti jika seluruh gaya yang bekerja pada benda adalah sama
Konsep Yang Benar :
Kesetimbangan terjadi apabila gaya-gaya yang bekerja pada benda tersebut saling meniadakan yang berarti resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol.
2. Kesetimbangan merupakan konsekuensi dari Hukum ke III Newton
Konsep Yang Benar :
Kesetimbangan tidaks elalu konsekuensi dari hukum III Newton. Walaupun kita tahu pada hukum III Newton berlaku gaya aksi-reaksi,dimana pada benda bekerja dua buah gaya yang sama besarnya dan berlawanan arah. Kesetimbangan juga terjadi pada benda dimana pada benda tersebut bekerja gaya berat dan gaya normal yang bernilai sama. Gaya berat dan gaya normal ini bukanlah pasangan aksi-reaksi seperti pada hukum III Newton.
3. Hanya benda hidup (manusia, hewan) yang menghasilkan gaya, sedangkan benda pasif (meja, lantai) tidak menghasilkan gaya).
Konsep Yang Benar :
Sumber yang menghasilkan gaya tidak hanya benda hidup tapi benda pasif juga menghasilkan gaya sesuai dengan hukum III Newton, dimana sebuah gaya dikerjakan pada benda A maka benda lain juga mengerjakan gaya sama besar dengan gaya yang diberikan oleh benda A yaitu sesuai gaya aksi-reaksi. Contohnya dinding jika didorong maka dinding juga memberikan gaya sebesar gaya dorong yang diberikan. Contoh lai dari benda pasif yang menghasilkan gaya yaitu sebuah mobil yang mampu bergerak dengan menggunakan bahan bakar.
4. Sewaktu benda bergerak, benda yang lebih berat akan menekan lebih kuat dari benda yang lebih ringan
Konsep Yang Benar :
Pada saat berpindah tekanan yang diberikan benda adalah sama besar dengan gaya yang diberikan pada benda tersebut, walaupun benda yang diberikan gaya tersebut beratnya berbeda. Sesuai dengan hukum III Newton (saat benda A menekan atau memberikan gaya pada benda B, maka benda B juga akan menekan atau memberikan gaya sebesar A) yaitu aksi-reaksi. Jadi berapapun berat benda A dibanding benda B pada saat berpindah jika diberikan gaya yang sama besar mereka akan memberikan tekanan yang sama besar.
5. Hukum ke III Newton tidak berlaku pada gerak (seperti gerakan sentak)
Konsep Yang Benar :
Jika sebuah benda diberikan gaya dan terjadi sebuah gerakan seperti gerak sentak. Pada benda tersebut juga terjadi hukum ke III Newton yaitu aksi-reaksi. Hukum ke III Newton juga berlaku pada gerak, seperti gerak sentak. Contohnya Pada saat simpul tali kita sentakkan ke dinding maka dinding akan memberikan gaya yang sama dan berlawanan arah sehingga terjadi gerakan sentak pada tali (aksi-reaksi).
6. Sebuah gaya yang diberikan (katakanlah oleh tangan) akan tetap bekerja walaupun tangan sudah dilepaskan
Konsep Yang Benar :
Suatu benda yang awalnya diam akan bergerak apabila diberikan gaya misalnya dorongan dari tangan. Namun jika tangan dilepaskan(tidak lagi mendorong) maka gaya yang bekerja pada benda tersebut hilang. Namun jika benda tersebut masih bergerak itu bukanlah karena gaya yang diberikan sebelumnya. Namun benda masih tetap bergerak dengan kecepatang awal dari benda tersebut.




Post a Comment