Pada tahun 2018 ini masyarakat telah banyak menggunakan teknologi telepon seluler atau smartphone dimanapun berada. Tak jarang dari pemuda dan pemudi telah lihai menggunakan teknologi komunikasi ini, karena banyak yang terdapat disini seperti game, internet, dan berbagai macam bentuk media sosial. Di prediksi remaja-remaja di Indonesia selalu menggunakan media sosial yang ada di gadget mereka setiap hari bahkan ada yang sekali beberapa menit. Banyak yang mereka lakukan di media sosial ini misalnya menggugah foto dengan caption, live, satus dan sebagainya. Tak jarang dari remaja-remaja menggunakan media sosial sebagai menyindir, bully, menghina, bahkan curhat. Topik dari artikel kali ini adalah akibat dari keseringan curhat dengan media sosial. Ketika kita dalam masalah seperti konflik keluarga, teman, ataupun pasangan kita teman curhat yang baik dan dapat dipercaya seperti orang tua (Ibu, dan Ayah), orang terdekat. Jangan sampai kita curhat kepada orang yang salah. Di media sosial itu seperti kita berada di pasar lalu kita berteriak “ aku punya masalah dengan keluargaku, tolong aku”. Menurut admin sendiri itu sama dengan mengemis diri sendiri, apakah orang lain peduli, tentu saja tidak bukan. Jika memang ada yang peduli itu pasti teman terbaik anda ataupun musuh yang menjerumuskan anda. Sebagian besar tindakan bully ada pada media sosial jika kita mengumbar privasi maka tak sedikit orang yang membully, apalagi lewat forum.
Curhat di media sosial memang suatu bentuk yang menenangkan emosi tapi hanya sebentar seterusnya kita akan menyesal bahkan lebih emosi jika ada yang membully. Menurut penelitian yang di kutib dari psychologytoday.com seratus persen dari respondenya mengaku berkoar-koar pada media sosial memang lebih menenangkan tapi hanya untuk smentara. Dalam jangka waktu yang panjang pengaruh psikologi orang tersebut akan lebih pemarah dari biasanya, karena dia tahu bahwa media sosiallah yang dapat menenangkanya. Akan tetapi hal itu sangat buruk sekali karena media sosial tidak akan memberikan anda solusi dari masalah anda. Curhat di media sosial menurut hukum memang diperbolehkan asalkan kita tau konsekuensinya. Berikut ini yang harus kita perhatikan sebelum bercerita di media sosial.
Semoga dengan adanya artikel ini anda lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan media sosial, karena media sosial bisa juga menjadi pisau yang akan menusuk anda kapanppun dan dimanapun. Telah banyak tragedy tentang media sosial ini saya harap anda tidak menjadi salah satunya.
Curhat di media sosial memang suatu bentuk yang menenangkan emosi tapi hanya sebentar seterusnya kita akan menyesal bahkan lebih emosi jika ada yang membully. Menurut penelitian yang di kutib dari psychologytoday.com seratus persen dari respondenya mengaku berkoar-koar pada media sosial memang lebih menenangkan tapi hanya untuk smentara. Dalam jangka waktu yang panjang pengaruh psikologi orang tersebut akan lebih pemarah dari biasanya, karena dia tahu bahwa media sosiallah yang dapat menenangkanya. Akan tetapi hal itu sangat buruk sekali karena media sosial tidak akan memberikan anda solusi dari masalah anda. Curhat di media sosial menurut hukum memang diperbolehkan asalkan kita tau konsekuensinya. Berikut ini yang harus kita perhatikan sebelum bercerita di media sosial.
1. Carilah teman chat pribadi yang dapat dipercaya dan kita tau dimana tempat tinggalnya
Hal ini mungkin berguna untuk mendekatkan yang jauh, jika tidak bias bertemu maka kita dapat menggunakan media sosial keteman yang dapat kita percaya untuk berbagi.
2. Terlalu sering curhat akan berdampak buruk
Orang yang melihat curhat kita adalah kalayak ramai seperti anda berada dipasar. Kecanduan anda curhat di media sosial akan menimbulkan kegaduhan publik bahkan mereka bukannya memberkan solusi melainkan membully anda dan beberapa diantaranya pasti memaki atau menghina. Ingat tidak ada yang peduli terhadap anda. Apalagi curhat anda sangat menarik perhatian orang lain seperti mencantumkan nama orang lain, anda juga dapat memperburuk masalah bahkan terpidana mencemarkan nama baik seseorang.3. Sindir menyindir
Yang menyindir satu orang lalu yang merasa banyak orang. Kemudian orang kita sindir tidak merasakan apa-apa, jadi percuma saja. Orang-orang yang menyindir tidak akan menyukai anda sama sekali diantara mereka bahkan akan marah ke anda. Kalo saya menamakan ini sakit hati berjamaah4. Media Sosial Penyebab utama Galau
Semakin anda memegang gadget untuk bermain sosial media maka tingkat gelisah anda akan meningkat, seperti melihat teman anda yang jalan kepantai dan cuman anda sendiri yang tidak diajak. Jika anda tidak punya media sosial pasti tidak akan terjadi apa-apa. Kurang-kurangi bermain media sosial, karena anda akan terpuruk terhadap kegalauan panjang, apalagi pada malam minggu, hal itu lebih parah lagi mungkin sebagian dari anda akan berdoa hujan malam ini. Ingatlah media sosial bukanlah tempat untuk mengadu
5. Kemana anda harus curhat?
Saya memberikan solusi yang terbaik untuk anda yang mengalami masalah besar. Anda jangan mencari solusi dengan curhat melalui media sosial. Cara saya ini sangat ampuh sekali yaitu berwudhu dan tundukkan kepala anda. Katakan padaNya isi hati anda, keluh kesah, berdoalah. Pasti Dia mendengar anda karena Dia Maha mendengar.Semoga dengan adanya artikel ini anda lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan media sosial, karena media sosial bisa juga menjadi pisau yang akan menusuk anda kapanppun dan dimanapun. Telah banyak tragedy tentang media sosial ini saya harap anda tidak menjadi salah satunya.




Post a Comment