Bagi Anda yang setiap hari selalu mengeluhkan cuaca yang begitu panas, sehingga menyebabkan badan terasa sangat gerah, pasti Anda akan sangat suka dengan kabar gembira ini. Pasalnya, dalam waktu dekat akan terjadi penurunan suhu bumi. Pernyataan ini memang diperkuat dengan prediksi para ilmuwan tentang perkembangan dari siklus matahari.
Perlu diketahui, bahwa matahari memiliki siklusnya sendiri. Yang mana, pada sebelas tahun terakhir ini, siklus matahari dipengaruhi oleh adanya solar minimum dan juga solar maksimum. Sebentar lagi akan terjadi momen dimana bintik matahari atau sunspot jumlahnya akan mengalami peningkatan, sehingga suhunya menjadi lebih dingin.
Apa sih bintik matahari itu? Bintik matahari merupakan bagian titik gelap yang terdapat di permukaan matahari. Bintik matahari terbentuk karena adanya aktivitas magnetis yang begitu intens dan juga hebat.
Di sekitar daerah bintik matahari biasanya akan terjadi corona mass ejection (CME) dan juga corona loops. Kedua fenomena tersebut dapat menyemburkan hawa panas dari matahari ke luar angkasa, sehingga suhunya bisa berubah menjadi lebih dingin dari biasanya.
Semakin banyaknya jumlah bintik matahari yang terdapat di bagian permukaannya, maka akan semakin tinggi juga jumlah semburan hawa panas tersebut. Namun, ketika posisi matahari berada pada solar maksimum, maka energi matahari yang dipancarkan ke bumi akan lebih panas. Akan tetapi, jika saat itu tengah terjadi siklus solar minimum, maka akan berlaku sebaliknya.
Menurut para ilmuwan, siklus yang sebentar lagi akan kita hadapi adalah solar minimum. Yang mana, para ahli telah memprediksi bahwa fenomena ini akan terjadi dari Bulan Juli 2019 hingga Bulan September 2020.
Apakah suhu yang nantinya akan kita rasakan bisa turun ekstrim?
Jawabannya adalah tidak! Sebab, para ilmuan menegaskan bahwa nanti siklus solar minimum matahari yang akan kita hadapi tidak cukup dalam, sehingga perubahan suhu yang terjadi tidaklah ekstrim seperti apa yang telah dibayangkan sebelumnya.
Pernyataan tersebut diperkuat ketika beberapa ilmuwan mengatakan bahwa, siklus solar minimum nanti akan berlangsung lemah. Yang mana, kejadian ini sama dengan fenomena yang pernah kita hadapi sebelumnya.
Nah, walaupun sudah tahu bahwa suhu bumi sebentar lagi akan mengalami penurunan. Setidaknya, kita tak perlu merasa cemas karena perubahan yang terjadi tidaklah ekstrim. Justru hal ini merupakan kabar baik, karena kita bisa merasakan hawa yang lebih sejuk walaupun tengah berada di luar rumah.
Namun, kita pun harus lebih bijak dalam mengatasinya, sehingga kita memang harus sedia jaket / baju hangat dan selimut tebal, terutama di malam hari. Pasalnya, di wilayah-wilayah tertentu, khususnya di daerah pegunungan, pasti suhu udara di malam hari akan terasa lebih dingin dari sebelumnya.
| image : pexels.com |
Perlu diketahui, bahwa matahari memiliki siklusnya sendiri. Yang mana, pada sebelas tahun terakhir ini, siklus matahari dipengaruhi oleh adanya solar minimum dan juga solar maksimum. Sebentar lagi akan terjadi momen dimana bintik matahari atau sunspot jumlahnya akan mengalami peningkatan, sehingga suhunya menjadi lebih dingin.
Apa sih bintik matahari itu? Bintik matahari merupakan bagian titik gelap yang terdapat di permukaan matahari. Bintik matahari terbentuk karena adanya aktivitas magnetis yang begitu intens dan juga hebat.
Di sekitar daerah bintik matahari biasanya akan terjadi corona mass ejection (CME) dan juga corona loops. Kedua fenomena tersebut dapat menyemburkan hawa panas dari matahari ke luar angkasa, sehingga suhunya bisa berubah menjadi lebih dingin dari biasanya.
Semakin banyaknya jumlah bintik matahari yang terdapat di bagian permukaannya, maka akan semakin tinggi juga jumlah semburan hawa panas tersebut. Namun, ketika posisi matahari berada pada solar maksimum, maka energi matahari yang dipancarkan ke bumi akan lebih panas. Akan tetapi, jika saat itu tengah terjadi siklus solar minimum, maka akan berlaku sebaliknya.
Menurut para ilmuwan, siklus yang sebentar lagi akan kita hadapi adalah solar minimum. Yang mana, para ahli telah memprediksi bahwa fenomena ini akan terjadi dari Bulan Juli 2019 hingga Bulan September 2020.
Apakah suhu yang nantinya akan kita rasakan bisa turun ekstrim?
Jawabannya adalah tidak! Sebab, para ilmuan menegaskan bahwa nanti siklus solar minimum matahari yang akan kita hadapi tidak cukup dalam, sehingga perubahan suhu yang terjadi tidaklah ekstrim seperti apa yang telah dibayangkan sebelumnya.
Pernyataan tersebut diperkuat ketika beberapa ilmuwan mengatakan bahwa, siklus solar minimum nanti akan berlangsung lemah. Yang mana, kejadian ini sama dengan fenomena yang pernah kita hadapi sebelumnya.
Nah, walaupun sudah tahu bahwa suhu bumi sebentar lagi akan mengalami penurunan. Setidaknya, kita tak perlu merasa cemas karena perubahan yang terjadi tidaklah ekstrim. Justru hal ini merupakan kabar baik, karena kita bisa merasakan hawa yang lebih sejuk walaupun tengah berada di luar rumah.
Namun, kita pun harus lebih bijak dalam mengatasinya, sehingga kita memang harus sedia jaket / baju hangat dan selimut tebal, terutama di malam hari. Pasalnya, di wilayah-wilayah tertentu, khususnya di daerah pegunungan, pasti suhu udara di malam hari akan terasa lebih dingin dari sebelumnya.



Post a Comment