klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Penyebab Kenaikan Suhu Udara Saat Ini

Hampir setiap orang yang mengeluhkan cuaca panas yang terjadi hingga saat ini. Suhu panas yang dirasakan oleh kita saat ini diperkuat oleh pernyataan pihak BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Dalam pernyataan tersebut diungkapkan bahwa cuaca panas terik saat ini memang melanda beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya adalah Nusa Tenggara, Bali dan juga Jawa.

image: wanitamedan.com

Namun, pihak BMKG mengungkapkan bahwa cuaca panas dan terik akan memuncak pada musim kemarau serta pancaroba. Kendati demikian, cuaca panas yang terik ini memang disebabkan oleh faktor alami, sehingga masyarakat dihimbau agar tidak merasa cemas.
Kondisi cuaca panas terik yang kita rasakan akhir-akhir ini ternyata disebabkan oleh dua faktor alam. Yang pertama, terjadi karena pergerakan semu sinar matahari yang saat ini sedang berada di bagian selatan garis khatulistiwa, sehingga radiasi matahari lebih intens memasuki permukaan bumi. Hal ini dibuktikan dari hasil monitoring suhu udara maksimum Indonesia yang berkisar cukup panas, yakni 34.0 – 37,5 derajat celcius.

Kemudian, faktor kedua disebabkan karena adanya aliran massa udara yang kering dan dingin. Yang mana massa udara tersebut berasal dari Australia menuju ke Indonesia bagian selatan khatulistiwa, sehingga sekitar Pulau Bali, Jawa dan Nusa Tenggara terpapar sinar matahari yang lebih terik dari sebelumnya. Faktor kedua ini telah ditandai dengan adanya kelembaban udara yang berkurang, yakni hanya sekitar 60 persen saja di wilayah ketinggian yang mencapai 3000 – 5000 meter.

Kendati demikian, pihak BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Indonesia bisa dikatakan masih lembab. Namun, kemungkinan besar kelembabannya akan terus berkurang seiring dengan berubahnya kondisi cuaca pada periode transisi ke musim pancaroba. Jika kelembaban udara makin berkurang, maka suhu udara pun akan terasa lebih panas.
Pada dasarnya, kita memang sudah terbiasa dalam menghadapi cuaca panas di iklim tropis Indonesia. Walaupun kondisi cuaca saat ini lebih panas dan lebih terik dari biasanya, pasti lama-kelamaan kita pun akan menjadi terbiasa. Namun, tetap saja kita tetap harus menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak gampang sakit.

Selain itu, untuk mengurangi efek yang ditimbulkan oleh paparan sinar matahari yang lebih panas dan juga sinar radiasinya, ada baiknya ketika hendak melakukan aktivitas di luar rumah gunakan tabir surya terlebih dahulu. Sebab, hal tersebut berguna untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari ancaman sinar radiasi ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

Apabila tengah melakukan perjalanan lumayan jauh dengan menggunakan motor atau sepeda, sebaiknya gunakan helm maupun topi. Pasalnya, paparan sinar matahari yang terik dan panas bisa membuat kepala terasa pusing hingga dapat menyebabkan penglihatan kabur hingga berkunang-kunang.

Jadi intinya adalah, seperti apa kondisi suhu udara saat ini, sebaiknya kita harus menyikapinya dengan baik agar tubuh tetap fit dan juga sehat.




Post a Comment

Post a Comment