Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai dan sekitarnya mungkin begitu merasakan hal ini, karena memang suhu laut dunia naik lebih cepat dibandingkan dengan apa yang telah diperkirakan sebelumnya. Lantas, bagaimana menurut para ilmuwan tentang hal ini?
Berdasarkan laporan yang berisikan mengenai hasil rekaman ribuan robot terapung di laut, diketahui bahwa tahun 2018 – 2019 akan menjadi tahun dengan temperatur laut terpanas. Hal ini bisa saja mampu menyaingi rekor pada tahun 2017 lalu.
Temperatur udara panas saat ini dapat mendorong dan meningkatkan naiknya air ke permukaan laut. Kemudian ketika air laut sedang menghangat dan mengalami peningkatan, hal itu yang nantinya bisa menyebabkn terjadinya cuaca ekstrim seperti badai hebat disertai dengan hujan petir.
Fenomena alam ini sejatinya sudah diprediksi akan terjadi, sehingga para ilmuwan pun telah memperingatkan masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati.
Sebab, kejadian ini sudah diteliti sejak tahun 1960. Yang mana, terjadinya perubahan cuaca hingga pemanasan laut diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023. Namun, siapa sangka bahwa kejadian ini datang lebih cepat dari waktu yang telah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, perubahan cuaca dan juga pemanasan laut sudah mulai terjadi sejak tahun 2013.
Pasti Anda bertanya-tanya, “sebenarnya apa penyebabnya?”
Faktor atau penyebab utamanya dikarenakan terdapat penumpukan akumulasi gas rumah kaca, kegiatan industri dan polusi udara lainnya. Kemudian, gas-gas berbahaya yang dihasilkan akibat polusi udara tersebut ternyata berakibat fatal pada kondisi cuaca dan perubahan suhu bumi saat ini. Ya salah satunya, seperti terjadinya pemanasan temperatur laut saat ini.
Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka akibatnya sangat fatal sekali, karena bisa saja kita semua bisa menghadapi beberapa dampak terburuk akibat perubahaan iklim saat ini. Itulah mengapa, selama 13 tahun terakhir para ilmuwan semakin intens dalam melakukan sistem pengamatan laut atau Argo.
Dalam pelaksanaan sistem pengamatan laut, tujuannya adalah untuk memantau perubahan temperatur suhu lautan supaya bisa memperoleh data-data yang lebih akurat. Sistem pengamatan ini menggunakan sekitar 4.000 robot laut yang bekerja untuk menyelam hingga kedalaman 2.000 meter untuk beberapa hari. Selama melakukan proses penyelaman, robot-robot itu akan merekam indicator dan temperature laut sebelum kembali ke permukaan. Hasil rekaman tersebut akan dikumpulkan oleh para ilmuwan sebagai data-data hasil pengamatan.
Para ilmuwan mengatakan bahwa laut merupakan sumber energi yang memungkinkan terjadinya badai. Bahkan, kondisi badai yang datang akan jauh lebih kuat apabila lautan mengalami pemanasan.
Berdasarkan hasil data statistik yang ada, pada tahun 2050 hingga 2100, akan tiba badai yang sangat jauh lebih kuat dibandingkan yang pernah ada sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena air laut dapat menyerap lebih dari 90% energy matahari, sehingga banyak emisi yang tertangkap dan akan terus meningkatkan kenaikan suhu secara signifikan.
Berdasarkan laporan yang berisikan mengenai hasil rekaman ribuan robot terapung di laut, diketahui bahwa tahun 2018 – 2019 akan menjadi tahun dengan temperatur laut terpanas. Hal ini bisa saja mampu menyaingi rekor pada tahun 2017 lalu.
Temperatur udara panas saat ini dapat mendorong dan meningkatkan naiknya air ke permukaan laut. Kemudian ketika air laut sedang menghangat dan mengalami peningkatan, hal itu yang nantinya bisa menyebabkn terjadinya cuaca ekstrim seperti badai hebat disertai dengan hujan petir.
Fenomena alam ini sejatinya sudah diprediksi akan terjadi, sehingga para ilmuwan pun telah memperingatkan masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati.
Sebab, kejadian ini sudah diteliti sejak tahun 1960. Yang mana, terjadinya perubahan cuaca hingga pemanasan laut diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023. Namun, siapa sangka bahwa kejadian ini datang lebih cepat dari waktu yang telah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, perubahan cuaca dan juga pemanasan laut sudah mulai terjadi sejak tahun 2013.
Pasti Anda bertanya-tanya, “sebenarnya apa penyebabnya?”
Faktor atau penyebab utamanya dikarenakan terdapat penumpukan akumulasi gas rumah kaca, kegiatan industri dan polusi udara lainnya. Kemudian, gas-gas berbahaya yang dihasilkan akibat polusi udara tersebut ternyata berakibat fatal pada kondisi cuaca dan perubahan suhu bumi saat ini. Ya salah satunya, seperti terjadinya pemanasan temperatur laut saat ini.
Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka akibatnya sangat fatal sekali, karena bisa saja kita semua bisa menghadapi beberapa dampak terburuk akibat perubahaan iklim saat ini. Itulah mengapa, selama 13 tahun terakhir para ilmuwan semakin intens dalam melakukan sistem pengamatan laut atau Argo.
Dalam pelaksanaan sistem pengamatan laut, tujuannya adalah untuk memantau perubahan temperatur suhu lautan supaya bisa memperoleh data-data yang lebih akurat. Sistem pengamatan ini menggunakan sekitar 4.000 robot laut yang bekerja untuk menyelam hingga kedalaman 2.000 meter untuk beberapa hari. Selama melakukan proses penyelaman, robot-robot itu akan merekam indicator dan temperature laut sebelum kembali ke permukaan. Hasil rekaman tersebut akan dikumpulkan oleh para ilmuwan sebagai data-data hasil pengamatan.
Para ilmuwan mengatakan bahwa laut merupakan sumber energi yang memungkinkan terjadinya badai. Bahkan, kondisi badai yang datang akan jauh lebih kuat apabila lautan mengalami pemanasan.
Berdasarkan hasil data statistik yang ada, pada tahun 2050 hingga 2100, akan tiba badai yang sangat jauh lebih kuat dibandingkan yang pernah ada sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena air laut dapat menyerap lebih dari 90% energy matahari, sehingga banyak emisi yang tertangkap dan akan terus meningkatkan kenaikan suhu secara signifikan.




Post a Comment