klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Cara mencegah siswa browsing ketika ujian online

Assalamualaikum..

Selamat datang di blog batang kayu para pembaca sekalian, semoga kita selalu dilindungi Allah, swt dari pandemic covid-19 saat ini. menurut data saat ini lebih dari 46ribu rakyat Indonesia positif terinfeksi covid-19, hal ini sangat berdampak besar dari berbagai aspek Negara mulai dari ekonomi, sosial, dan pendidikan. Banyak lapangan pekerjaan yang terpaksa memberhentikan karyawanya supaya virus ini tidak tersebar, ekonomi rakyatpun menurun sehingga ada beberapa masyarakat kehilangan nyawanya karna kelaparan. Di kalangan masyarakat tidak diperbolehkan saling berdekatan dan selalu menggunakan masker serta membawa densifektan agar covid-19 tidak tertular ke orang lain. 


Pada saat ini pendidikan di Indonesia juga memiliki kemunduran terutama hubungan antara siswa dengan guru. Keputusan Mentri pendidikan Bapak Nadiem belum diperbolehkan kepada siswa untuk pergi kesekolah. Sedangkan tahun ajaran baru tetap di lanjutkan pada juli mendatang. Ketika saat belajar guru menggunakan media virtual untuk menyampaikan materi dan melakukan uji coba dengan ujian online. Pada saat ujian online banyak sekali yang sering terjadi seperti guru tidak pandai menggunakan aplikasi ujian dan siswa dapat membuka browser untuk mencari pertanyaan guru. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut agar terhidar dari soal yang kita buat bocor dari tangan siswa

1. Durasi ujian
Setiap menggunakan aplikasi ujian online jangan lupa menentuka durasi ujian, jadi siswa tahu berapa waktu yang akan dia lakukan dalam mengerjakan soal ujian. Ada dua tipe durasi ujian yaitu pertama jumlah waktu keseluruhan mengerjakan ujian misalnya ujian bahasa inggris waktunya 120 menit dan jika selesai siswa tidak dapat mengkoreksi ulang jawabanya. Kedua adalah batasi waktu personal, misalnya untuk soal pertama batas waktunya adalah satu menit atau 5 soal pertama dibatasi waktu 10 menit. Tentu saja siswa akan merasa kesulitan mengakses hal-hal yang beehubungan dengan kecurangan. Pada aplikasi gratisan seperti google form itu memiliki batas waktu yang disebut timer limit akan tetapi harus menginstall/menambahkan addons timify pada form ujian yang akan dibuat tersebut. Hasilnya dapat dilihat sebagai berikut ini.


2. Buatlah soal versi sendiri
Pada saat ini umumnya soal-soal yang diberikan guru kepada siswa memiliki kekurangan karena soal tersebut telah ada jawabanya di google. Siswa akan mengakses jawaban dari soal tersebut hanya dengan menggunakan keyword dari soal kemudian sistem index akan memunculkan soal yang mirip dengan soal ujian. untuk mengantisipasi hal ini marilah kita buat soal versi kita sendiri dan menentukan tingkatannya. Variasikan soal kita dan ceklah terlebih dahulu apakah ada di google atau tidak. Jangan mengkopi habis soal-soal lama yang telah diberikan kepada siswa yang lama karena jawaban dan teknik dari soal ini sudah disediakan.

3. Berikan aturan dalam melaksanakan ujian
Setiap ujian memiliki aturanya masing-masing hanya saja penekanan pada aturan menjadi hal yang terpenting bagi guru. Jika guru lengah pasti siswa akan mecoba membuat kecurangan dalam ujian. didalam ujian online guru haruslah menekankan aturan ketat bagi siswa yang membuka aplikasi browser (google, mozilla, chrome). Kalau perlu guru mengawasi siswa yg ujian online memakai aplikasi zoom, jadi wajah siswa saat ujian jadi kelihatan. Akan tetapi hal ini membantu agar siswa tidak membuka buku panduan dalam ujian online

4. Aturlah pengaturan acak soal supaya berbeda setiap siswa
Aturlah soal secara acak pada aplikasi ujian online, jadi setiap siswa menerima soal yang berbeda penomoran walaupun pada intinya soalnya sama. Hanya saja penomoran setiap siswa berbeda letak. Pada aplikasi google form telah disediakan akan tetapi memiliki kekurangan yaitu form nama dan kelas juga secara acak jadi siswa kesuliltan mencari nama dan kelas mereka pada aplikasi ujian. mengatur soal secara acak didalam ujian merupakan hal yang penting karena siswa tidak akan sempat bertanya kepada siswa lain karena soalnya berbeda.

5. Buatlah aplikasi browser sendiri khusus ujian online
Banyak tutorial tentang ini di youtube, membuat browser seperti Mozilla ataupun chrome kemudian memasang aplikasi rekam jejak disana dan barang siapa yang membuka browser akan ketahuan melalui rekam jejak ini. aplikasi yang akan dibuat ushakan hanya dapat mengakses soal ujian saja dan tidak dapat melakukan browsing atau bertanya melalui aplikasi chat. Buatlah aplikasi browser yang support terhadap android jadi siswa dapat mengaksesnya dimana saja dia mau ujian online. Kekurangan cara ini adalah guru tidak dapat melihat siswa yang ujian buka buku. Mangkin dengan menambahkan batas waktu ujian dapat mengurangi kecurangan tersebut.

Demikianlah tips-tips yang dapat admin sampaikan, mungkin saja ada ide lain atau pendapat dari pembaca sekalian untuk menambahkannya karena masih perlu tambahan tips untuk mencegah kecurangan dalam ujian. demi memajukan anak-anak bangsa tugas seorang guru adalah yang paling mulia karena pahalanya akan terus mengalir selagi digunakan, dan jika diturunkan ke generasi berikutnya pahalanya juga akan mengalir. Jika ada tambahan atau kritik serta saran silahkan berkomentar di kolom komentar, admin akan segera membaca, memperbaiki, dan menambahkan kalau ada kata yang rancu atau salah. Terimakasih telah berkunjung di blog batang kayu ini semoga bermanfaat, dan mohon doanya agar blog ini berkembang.

Wassalam…

2 comments

2 comments

  • Haswan Evan
    Haswan Evan
    June 26, 2020 at 4:20 AM
    Nah infonya bermanfaat nih buat para guru hihihi 😁 👍

    Jangan lupa mampir ya
    https://kabarinformasiaktual.blogspot.com/
    • Haswan Evan
      rahfiqa
      June 26, 2020 at 9:34 AM
      siap nanti akan saya kunjungi....silahkan ambil info dari sini jika perlu tpi harus lulus kopipaste dlu ya gan
    Reply