klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Penemu Virus Corona Pertama Kali dan Berita Hoax Seputar Virus Corona

Batangkayu.com - Virus Corona merupakan jenis virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus Corona memiliki nama lain yang biasa kita sebut dengan istilah "Covid-19". Apakah kalian pernah bertanya-tanya siapakah sosok misterius penemu Virus Corona pertama kali? Jika belum, maka pada artikel kali ini akan kita kupas satu per satu.



Penemu Virus Corona Pertama Kali
Virus Corona pertama kali ditemukan oleh perempuan asal Skotlandia bernama June Almeida pada tahun 1964. Akan tetapi, virus korona kembali hadir pada tahun 2019 dan berasal dari China tepatnya pasar hewan kota Wuhan. Konon katanya, Virus Corona ditularkan pada hewan kelelawar. Lalu, bagaimana dengan politik yang berkaitan dengan virus Corona?

Politik Mengenai Virus Corona
Beberapa pihak juga ikut mengaitkan pandemi Covid-19 ini dengan politik, ada beberapa pihak yang memfitnah suatu negara untuk menjatuhkan perekonomian negara tersebut, dan ada juga yang beranggapan jika pandemi Covid-19 ini sebenarnya adalah rekayasa semata. Namun, semua itu masih belum pasti kebenarannya. 

Berita Hoax Tentang Virus Corona
Ditengah pandemi Virus Corona saat ini, pastinya ada saja oknum nakal yang suka menyebarkan berita bohong alias berita hoax di tengah masyarakat, oknum tersebut seolah-olah ingin menakut-nakuti pembacanya, padahal menurut mereka hal itu hanyalah hiburan semata. Berikut adalah beberapa berita hoax seputar Virus Corona yang pernah populer di kalangan masyarakat:

1. Benarkah Virus Corona Dapat Mati Hanya dengan Dibilas Air Biasa?

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis ya g dilakukan sebelumnya mengungkapkan bahwa pernyataan virus corona akan hancur atau mati apabila dibilas dengan air adalah tidak benar.

Selain itu, pakar kesehatan juga pernah mengatakan jika air biasa tidak akan pernah bisa membunuh virus. Sehingga, akan lebih baik jika orang-orang mencuci tangan dengan air dan sabun untuk membunuh virus, terutama Virus Corona.

2. Benarkah Uap Air Panas dapat Membunuh Virus Corona?

Tentu saja pernyataan itu salah alias hoaks. Menurut Dr. Jason McKnight, Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University mengatakan bahwa menghirup uap air panas justru memiliki dampak yang sangat serius dan dapat menyebabkan kerusakan pada area wajah, seperti luka bakar bagian kulit wajah, mata, hingga saluran pernapasan. 

Benjamin Neuman, seorang ahli dalam coronavirus yang merupakan kepala dari Departemen Ilmu Biologi di Texas A&M University-Texarkana juga menolak argumen tersebut. Menurutnya, uap air panas tidak dapat membunuh virus Corona. Melainkan, malah memperbesar resiko rusaknya organ paru-paru.

3. Menaruh Anoxilin di dalam tandon dapat Membunuh Menangkal Virus Corona?

Oke, sebelum mengetahui kebenaran dari pernyataan diatas, yuk kita sama-sama cari tahu seluk beluk mengenai Amoxicillin terlebih dahulu.

Amoxicillin adalah jenis obat-obatan yang berguna untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri dan merupakan obat antibiotik golongan penicillin serta tidak boleh digunakan sembarangan apabila tanpa resep langsung dari dokter, dan apabila disalahgunakan, maka efeknya bisa menimbulkan superbakteri. Nah, bagi kamu yang belum tahu, superbakteri adalah bakteri yang resistensi terhadap antibiotik seperti Amoxilin.

Sehingga,pernyataan mencampurkan Anoxilin dengan air pada tandon merupakan pernyataan yang bersifat menyesatkan alias hoaks. Sehingga, tetap tidak bisa membunuh maupun menangkal penyebaran Virus Corona, justru dampak yang dihasilkan lebih berbahaya lebih dari yang dibayangkan.

4. Benarkah Ganja mampu menangkal Virus Covid-19?

Melansir dari analyticalcannabis.com pimpinan sains dalam Association for the Cannabinoid Industry, Dr Andy Yates mengatakan tidak ada bukti apapun bahwa cannabidiol (CBD) atau ganja dapat berperan dalam pencegahan virus Corona atau Covid-19. Dalam artikel lain, tidak ada penelitian yang bisa diandalkan tentang efek dari CBD pada Covid-19.

Dampak Menyebarkan Berita Hoaks

Tidak disangka, ternyata menyebarkan berita hoaks juga memiliki dampak yang cukup serius bagi pembacanya. Berita hoax mengenai Virus Corona yang sering tersebar belakangan ini adalah pasien positif Covid-19 kabur dari rumah sakit. Padahal faktanya, pihak rumah sakit sendiri mengklaim tidak pernah mengalami kejadian pasien kabur. Sehingga, oknum penyebar berita hoax tersebut berakhir di balik jeruji besi dengan waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa, alangkah baiknya jika kita lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama dalam menyebarkan suatu informasi yang belum jelas darimana asalnya.

1 comment

1 comment

  • Admin
    Admin
    July 3, 2020 at 3:40 PM
    mantap, calon ilmuwan. terima kasih dari web https://www.firamedia.xyz
    Reply