klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Aplikasi Kloning dan Larangannya

Beberapa waktu belakangan ini, kita dihebohkan dengan berbagai penelitian yang sangat mengagumkan sekaligus misterius, diantara penelitian mengagumkan tersebut ada penelitian yang biasa kita kenal dengan istilah teknik kloning. Emang seperti apa teknik kloning itu? Yuk simak berikut penjelasannya!

Apa itu Kloning?

Sebenarnya kata kloning sendiri diambil dari bahasa Inggris, yakni "cloning" yang berarti cabang atau ranting. Sehingga dalam dunia biologi, kloning dapat diartikan sebagai suatu proses yang digunakan untuk menghasilkan sebuah salinan menggunakan DNA, gen, dan sel tanpa melalui reproduksi seksual. Selain itu, kloning biasa disebut sebagai proses dari reproduksi aseksual, dan sering dilakukan oleh spesies hewan, serangga, sampai dengan bakteri.

Jenis Kloning

Sejauh ini, masih ada 3 jenis teknik kloning yang telah diteliti, diantaranya ada kloning DNA rekombinan, kloning reproduktif, dan kloning terapeutik. Nah, ketiga jenis kloning yang telah saya sebutkan tadi, akan saya jabarkan lebih detail berikut ini:

1. Kloning DNA Rekombinan

Jenis kloning yang satu ini sering diartikan sebagai pemindahan rantai DNA yang dibutuhkan dari suatu organisme di salah satu elemen replikasi genetik. Contohnya seperti pemasukan DNA plasmid pada bakteri ketika mengklon suatu gen.

2. Kloning Reproduktif

Kloning reproduktif merupakan sebuah teknologi yang digunakan untuk menghasilkan makhluk hidup yang sama atau sejenis. Contoh yang bisa kita ambil dari jenis kloning reproduktif adalah Domba Dolly. Proses kloning pada Domba Dolly bisa kalian lihat pada gambar dibawah ini:



3. Kloning Terapeutik

Jenis kloning yang satu ini biasa digunakan untuk memproduksi atau menghasilkan embrio manusia. Saat ini, banyak sekali orang yang salah dalam mengartikan tujuan dari kloning terapeutik, dan tidak sedikit orang yang berasumsi bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk penciptaan manusia baru. Tentu saja, hal itu salah.

Tujuan utama dari kloning terapeutik sebenarnya adalah untuk mendapatkan sel batang yang nantinya digunakan sebagai bahan edukasi tentang perkembangan manusia dan penyembuhan penyakit.  
Hukum Kloning Pada Gen Manusia

Hal ini pernah terungkap pada kasus Dolly the sheep di Edinburgh 1997, UNESCO mempublikasikan Declaration of the human rights, yang melarang reproduksi manusia melalui proses kloning, itu artinya reproduksi manusia harus dilakukan secara seksual.

Alasan pertama adalah sampai saat ini proses kloning merupakan suatu teknologi yang masih membutuhkan waktu untuk pengembangan dan perbaikan lebih lanjut, dan belum terbukti aman untuk diaplikasikan pada manusia secara keseluruhan.

Hukum Menerapkan Teknik Kloning?

Sejauh ini, teknik kloning sudah diterapkan pada spesies hewan dan tumbuhan. Hasil uji coba teknik kloning juga cukup memuaskan, salah satu hewan yang berhasil diciptakan melalui teknik kloning adalah Domba Dolly. Namun menurut hasil voting oleh negara-negara yang termasuk anggota PBB, kloning dilarang diterapkan pada gen manusia karena sejauh ini hasil yang diperoleh selalu gagal selain itu bertentangan dengan hukum alam. Manusia dilarang mengotak-atik gennya sendiri.


Dampak Kloning

Teknik kloning merupakan teknik yang baru ada pada abad ke-20. Sehingga teknik kloning ini belum sepenuhnya diterima dikalangan masyarakat luas. Selain itu, membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengkaji teknik kloning lebih dalam lagi. Namun sejauh ini, sudah banyak dampak positif dan negatif yang bisa dirasakan ketika menerapkan teknkk kloning, diantaranya adalah:

A. Dampak Positif Kloning

  • Sebagai upaya alternatif untuk melestarikan spesies hewan dan tumbuhan yang telah terancam keberadaannya, sehingga populasi spesies hewan dan tumbuhan langka dapat kembali pulih
  • Membantu meningkatkan kualitas dan ketersediaan bahan pangan. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan teknik kloning pada hewan ternak, seperti sapi, ayam, domba, dan lain-lain.
  • Memiliki peran yang sangat baik dalam menghasilkan suatu sel, jaringan, sampai dengan organ yang berfungsi untuk pengobatan suatu penyakit organ yang disebabkan oleh kelainan atau gangguan.
  • Dengan adanya teknik kloning, spesies baru dari hewan atau tumbuhan yang bebas penyakit, bisa lebih mudah dihasilkan.

B. Dampak Negatif Kloning

  • Penyalahgunaan teknik kloning dapat menyimpang atau bertentangan dari nilai kemanusiaan
  • Individu yang dihasilkan dari teknik kloning memiliki sistem imunitas tubuh yang rendah, sehingga rentan terserang penyakit.
  • Pada umumnya, individu yang dihasilkan dari teknik kloning memiliki DNA dan sel-sel yang sama persis dengan induknya. Sehingga, tidak menutup kemungkinan jika sifat, fisik, dan masa hidup individu tersebut sama persis dengan induknya.

Oke, cukup sekian dulu pembahasan kloning pada artikel kali ini, jika kalian rasa artikel ini sangat menarik dan bermanfaat, kalian bisa bantu bagikan artikel ini ke akun media sosial kalian.

5 comments

5 comments

  • ardroz
    ardroz
    June 28, 2020 at 5:11 AM
    nice artikel gan
    • ardroz
      rahfiqa
      June 28, 2020 at 8:15 AM
      mksh gan
    Reply
  • Zyrush
    Zyrush
    June 27, 2020 at 10:33 AM
    Mantap gan penjelasannya lengkap
    • Zyrush
      rahfiqa
      June 27, 2020 at 10:41 AM
      terimakasih gan..
    Reply
  • Zyrush
    Zyrush
    June 27, 2020 at 10:32 AM
    Bagus lengkap juga penjelasannya mantap gan
    Reply