Batangkayu.com - Ketika sedang membahas tempat paling kering di dunia, pastinya yang muncul di benak kita adalah tempat yang gersang, tandus, serta memiliki curah hujan yang rendah. Dan tempat yang paling menggambarkan ciri-ciri yang tersebut adalah gurun pasir.
Menurut sebagian besar dari kita pastinya juga setuju jika gurun pasir merupakan tempat yang paling kering di dunia, terutama Gurun Sahara sebagai gurun terluas. Namun, tahukah kalian jika tempat terkering di dunia bukanlah gurun pasir, seperti Gurun Sahara.
Tempat terkering di dunia tidak terletak di benua Asia, benua Amerika, benua Afrika, serta Benua Australia, melainkan terletak di Benua Antartika. Seperti yang kita ketahui, Benua Antartika dikenal dengan benua yang tidak dimiliki oleh negara manapun, karena memang tempatnya yang sangat dingin. Lalu, bagaimana mungkin wilayah paling kering di dunia terletak di Benua Antartika?
Memang seperti itulah faktanya, di Benua Antartika terdapat suatu kawasan yang dikenal dengan julukan tempat paling kering di dunia, kawasan tersebut biasa disebut dengan nama "Dry Valleys"
Seperti Apa Dry Valleys?
Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, kawasan Dry Valleys terletak di Benua Antartika. Tepatnya, kawasan Dry Valleys terletak di daerah Trans-Antartika, dan menghadap ke daerah pegunungan yang menyebabkan penguapan (sublimasi) di tempat tersebut. Hal ini dikarenakan kawasan Dry Valleys lebih tinggi daripada turunnya salju, menyebabkan seluruh es menghilang, sehingga yang tampak hanyalah dataran gundul yang gersang.
Luas Dry Valleys mencakup 0.03 persen dari luas Benua Antartika yang sebenarnya. Seperti yang telah diketahui, sekitar 14 juta kilometer persegi dari luas Benua Antartika terselimuti salju yang ketebalannya bisa mencapai 2000 meter, atau bahkan mencapai 4.800 meter. Selain itu, ketika musim dingin, es juga membekukan lautan, sehingga kita akan kesulitan dalam membedakan mana daratan dan mana lautan.
Mengapa Dry Valleys Dianggap Tempat Terkering di Dunia?
Anggapan tentang Dry Valleys sebagai tempat terkering di dunia muncul, karena curah hujan kawasan dry Valleys tergolong sangat rendah, yakni 20mm per tahun. Bahkan curah hujan di kawasan Dry Valleys lebih rendah dibandingkan dengan curah hujan pada gurun sahara. Bisa dibilang curah hujan Gurun Sahara tergolong lebih baik daripada kawasan Dry Valleys
Selain itu, apabila kalian mencari gambar Dry Valleys di mesin pencari google, maka kalian akan melihat suatu kawasan yang kering, penuh dengan bebatuan, dan bebas es. Padahal seperti yang kita ketahui, Benua Antartika identik dengan sesuatu yang dingin, seperti es, bongkahan es, salju, dan lain-lain.
Tak heran jika kawasan Dry Valleys pernah menjadi objek penelitian oleh para ilmuwan.
Bagaimana Kawasan Dry Valleys Bisa Terbentuk?
Sebenarnya Dry Valleys bisa terbentuk karena adanya pergerakan dari angin katabatik yang memiliki kecepatan 200 mil per jam. Nah bagi kalian yang masih belum tahu, angin katabatik merupakan angin yang bergerak disekitar kawasan gunung dan lembah. Angin katabatik dapat menguapkan semua kandungan air yang ada.




Post a Comment