klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Selamat Datang Di website Batangkayu, pokok pembahasan web ini adalah Pendidikan, Science, dan Moral/Kharakter
klGFP2aLxdwXCjVsO28pHXU0nj1s47tNO61UU8Ji
Bookmark

Badai menurut Sains

Di Negara kita sering terjadi badai ketika penggantian musim, perbedaan temperature dan tekanan biasanya terjadi angin putting beliung dan badai. Pernahkah tahu seperti apa badai itu terjadi? Dan perbedaanya dengan angin putting beliung?

Defenisi Badai

Badai adalah keadaan cuaca yang ekstrim seperti hujan es, badai salju, serta badai pasir dan debu. Badai terjadi pada lautan tropis dan subtropics seperti digambarkan sebagai berikut


Badai bergerak dengan kecepatan 20Km/jam diatas laut mengikuti arah angin. Badai bukanlah angin ribut yang biasa kita rasakan. Badai memiliki 4 tingkatan berdasarkan tingkatan kecepatan pusaran anginya. Tingkatan pertama adalah badai petir dan sering terjadi hujan dan petir. Tingkatan kedua adalah tropical depression yang mana angin memiliki kecepatan sekitar 63 km/jam (34 knot). 

Knot adalah satuan dari kecepatan yang mana 1 knot sama dengan 1,151 mil per jam atau 1,851 km/jam

Pada kecepatan ini angin akan mulai berputar dan membuat pusaran. Ketika kecepatan angin bertambah maka akan memasuki tingkatan ketiga yang mana akan terjadi tropical storm (badai tropis). Pada tingkatan ini kecepatan pusaran angin berkisar antara 63-118 km/jam. Tingkatan terakhir merupakan tingkatan angin dengan kecepatan yang melebihi 118 km/jam. Setelah badai terbentuk maka akan diklasifikasikan beberapa kategori. 


Menurut skala Saffir-Simpson Hurricane terdapat 1 sampai 5 kategori badai. Karena kecepatan angin disetiap benua berbeda  maka digunakan skala kecepatan angin universal yaitu skala Beaufort. Skala ini mengkategorikan kekuatan angin secara umum dengan kisaran skala 0 sampai 12. Untuk badai kecepatan angin berada pada skala 12. 

Skala Saffir-Simpson


Skala Beaufort


Kekuatan dari badai dihasilkan dari panas air laut dan uap air, semakin lama dan banyak panas serta uap air yang diserap maka semakin besar kekuatan badai yang akan menerjang. Terciptanya badai dimulai ketika udara panas dari permukaan laut naik keatas dan meninggalkan ruang dengan bertekanan rendah. Udara akan menjadi panas dan membuat siklus seperti ini secara berlanjut. Udara panas akan naik keatas dan turun membawa uap air. Uap tersebut akan terkondensasi dan melepaskan panas sehingga membentuk awan Cumolonumbus. Sistem cloud ini akan menjadi besar dengan bertambahnya kecepatan siklus udara. Pada saat pembentukan badai udara panas akan naik kedalam pusaran dan meninggalkan daerah dengan tekanan rendah kemudian udara dingin akan mengisi ruang yang mempunyai tekanan rendah tadi.

Kekuatan dari badai akan berkurang ketika badai tersebut naik ke daratan karena pemicunya akan menghilang yaitu udara panas dan uap air. Hal ini membutuhkan waktu yang lama sampai badai selesai terjadi didaratan.

Perbedaan Hurricane, Typhoon, dan Cyclone

Kita semua tahu kalau Hurricane, Typhoon, dan Cyclone merupakan badai yang sering terjadi di bumi ini. perbedaan ketiga badai tersebut terdapat pada titik lokasi kejadianya. Berikut ini tiga lokasi angin topan, angin hurricane, dan angin Siklon. Untuk mengukur badai Hurricane (sekitaran benua Amerika) digunakan skala Saffir-Simspon sedangkan untuk badai Typhoon dan Cyclone digunakan skala Tropical Cyclone Intensity.



Tornado

Berbeda dengan angin topan angin tornado terjadi di daratan. Tornado dihasilkan dari badai petir dengan diawali dengan awan corong disebut supercell. Awan supercell ini adalah pusaran angin yang melintang bagian dalamnya. Awan jenis ini menyerap panas dan uap air dari daratan. Udara panas dari tanah akan menghasilkan tiupan keatas, hal ini disebut updraft. Hembusan angin ini akan memberikan putaran pada tornado yang tadinya tegak. Jika tornado terjadi di perairan maka disebut putting beliung. Kekuatan angin putting beliung ini tidak sekuat tornado yang terjadi di daratan.
 
 

Sumber :

Post a Comment

Post a Comment