Didalam menempuh pendidikan terutama smp, sma ataupun sarjana seringkali kita menggunakan perhitungan baik itu matematika ataupun fisika. Kita dihadapkan dengan penemu rumusnya dari kalangan barat dimana kata mereka pendidikan lahir disana. Seperti matematikawan yang berasal dari barat yaitu Leonardo davinci dan di fisika seperti Aristoteles, semuanya berasal dari barat. Akan tetapi pernahkah anda berpikir apakah ada dari kalangan Muslim menciptakan sesuatu?
Jawabanya
Tentu saja ada...
Banyak ilmu yang ditemukan oleh cendikiawan-cendikiawan muslim pada zaman dahulu seperti kedokteran yaitu ibnu sina, penemu angka nol oleh Musa Al Khawarizmi, dan yang akan menjadi topik pada artikel kali ini yaitu penemu bilangan fibonacci. Seorang matematikawan bernama Leonardo Fibonacci membuat sebuah tulisan yang mana mirip dengan penyebaran seperti penyebaran aljabar, lalu dibuatlah suatu bilanga yang bernama Fibonacci. Nama lengkapnya adalah Leonardo Pisano Bigollo Fibonacci (1175-1250) yang lahir di Pisa, Italia pada 1175 M. Fibonacci telah menjadi anggota Aritmatika Besar di barat. Fibonacci merupakan matematikawan muslim yang terlibat dalam mengembangkan matematika islam di barat dan telah melakukan perjalanan wilayah-wilayah islam yaitu Mesir, Aljazair, Suriah dan beberapa wilayah lainnya. Awalnya dia belajar hanya untuk menjadi pengusaha saja kenyataannya dia telah menjadi seorang ilmuwan matematika.
Pada saat yang sama banyak dari kalangan muslim yang mengembangkan ilmu matematika seperti al Khawarizi, Abu Kamil, Al Karaji dan beberapa diantara yang lainnya. Setelah melakukan perjalanan di wilayah islam Fibonacci kembali ke tanah kelahiranya, Pisa lalu mengembangkan karyanya dalam bidang Aljabar dan Euclidean Geometri. Karya Fibonacci yang terkenal diantaranya adalah Liber Abacci dan Practica Geometriae.
Menurut salah satu penulis dari website Majalah Sains, Mohd Luqman Hakim bin Rosli bahwasanya dia telah memiliki kesempatan besar untuk mempelajari salah satu karya besar Fibonacci yaitu Liber Abacci, yang mana memiliki 15 bab. Dalam tulisannya, saya menemukan pada karya-karya awal Matematika Islam sangat melekat nama Fibonacci. Hal ini dapat dipastikan bahwa banyak tulisan ilmuwan Arab yang telah dipertahankan misalnya karya aljabar (al-jabr) elcatayn (al-khata'ain) , almuchabala (al-muqabalah), dan sejenisnya. Selain itu Fibonacci dapat menerjemahkan beberapa istilah secara harfiah seperti cubus (al-ka'b). abacci (al-takht), pars (al-qasm), qaudratus (mal) serta topic bahasanya mengikuti diskusi Matematika Islam. Fibonacci dalam karyanya juga membahas secara khusus tentang karya ilmuwan matematika seperti Abu Kamil yang mana ada penambahan beberapa hasil yang baru dari karya tersebut. Poko masalah karya Abu Kamil di lahirkan kembali seperti aslinya akan tetapi sedikit perubahanya. Pokok masalah lainnya seperti pembelian 100 burung dengan 100 dirham yang mana tema masalah dari buku Taraif al-Hisab karya Abu Kamil dan telah disalin ulang pada Liber Abacci. Bagitu juga pada masalah “Maumeht” atau Muhammad al-Khawarizmi yaitu Enam Masalah Standar yang tentukan oleh Abu Kamil serta ada didalam Liber Abacci.
Karya Fibonacci bukan hanya bilngannya saja namun banyak kajian karya ilmuwan matematika lain yang dibahasnya. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan Matematika Eropa oleh seorang muslim yaitu Fibonacci, karena memiliki hubungan dalam tentang perkembangan Matematika dengan perkembangan Islam abad Pertengahan, terkhususnya karya Abu Kamil. Luqman berkata, “ Faktanya Leonardo Fibonacci berperan penting dalam mengembangkan serta memperkenalkan Aljabar Islam, seperti karya Al-Khawarizmi dan Abu kamil ke Eropa.” Hal ini merupakan salah satu dakwahnya dalam bidang ilmu matematika.
Lihat juga :
5. Tokoh masyarakat MinangBerikut contoh pertanyaan dari fibonacci bisakah anda menyelesaikanya?
Jika seseorang meletakkan sepasang kelinci di suatu tempat tertentu yang mana dikelilingi oleh dinding sehingga kelinci tidak menemukan pasangan lain.
Berapa perkiraan banyak pasang kelinci yang bisa diproduksi dari pasangan tersebut dalam waktu setahun, jika seandainya sifat kelinci ini sedemikian rupa maka setiap bulan masing-masing pasangan mempunyai sepasang baru dari bulan kedua manakah yang menjadi produktif?
Jika kita mengabaikan perkawinan sedarah antara kelinci maka didapatkan bilangan fibonacci sebagai berikut :
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233,377,…
Kita pasti terkejut bahwa Fibonacci merupakan seorang muslim yang berjuang memperkenlkan karya-karya umat muslim dikalangan Barat. Semoga dengan adanya artikel ini anda mudah memahami tokoh-tokoh besar muslim yang berpengaruh terhadap Ilmu pengetahuan
Sumber : Majalah Sains Penulis Luqman, Robert Weaston




Post a Comment