Batangkayu.com - Ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), pastinya kalian tidak asing dengan pelajaran matematika bab Aljabar. Pada bab ini, kalian diharuskan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan huruf abjad untuk mewakili angka. Namun, tahukah kalian penemu dari aljabar tersebut? Ya, beliau bernama Al-khawarizmi.
Siapa itu Al-khawarizmi?
AL Khawarizmi merupakan seorang ahli matematika, ahli astronomi, dan ahli georgrafi yang lahir dan di besarkan di Arab saudi. Karena hasil pemikirannya yang dinilai logis dan sistematis, Al-khawarizmi memberikan kontribusi pada ilmu-ilmu tersebut di jamannya. Terutama di bidang matematika, beliau merupakan salah satu dari banyak matematikawan besar yang pernah ada. Faktanya, ia menemukan berbagai cabang dan konsep dasar matematika.
Sejauh ini, Al-khawarizmi telah menulis banyak karya yang bisa kita rasakan manfaatnya sampai saat ini, diantaranya ada: The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing, Zij al-Sindhind, the algebra of Mohammed Ben Musa, dan lainnya
Salah satu karya besarnya yang ia tulis dalam kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala merupakan karya dari hasil pemikiran beliau yang sangat cemerlang. Kitab tersebut berisikan sebuah analisis sistematik dari suatu persamaan linear dan kuadrat. Karena karyanya yang sangat populer tersebut, beliau diakui dunia sebagai penemu Aljabar. Dalam kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala terdapat sebuah penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan cara menyederhanakan persamaan, menjadi salah satu dari enam bentuk standar, berikut diantaranya!
- Kuadrat = akar (ax2 = bx)
- Kuadrat = bilangan konstanta (ax2 = c)
- Akar = konstanta (bx = c)
- Kuadrat + akar = konstanta (ax2 + bx = c)
- Kuadrat + konstanta = akar (ax2 + c = bx)
- Konstanta + akar = kuadrat (bx + c = ax2)
Untuk membagi koefisien dari kuadrat, kita perlu menggunakan dua operasi, yakni operasi al-jabr (atau pemulihan atau pelengkapan) dan al-muqabala (penyetimbangan). Al-jabr adalah sebuah proses dalam memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama pada kedua sisinya, sementara itu, Al-muqabala adalah sebuah proses dalam memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi.
Ilmu aritmatika yang dikuasai oleh Al-khawarizmi merupakan hasil gabungan dari pengetahun Sansekerta dan Yunani kuno, serta hasil kontribusi beliau sendiri sebagai dasar utama bagi ilmu matematika dan ilmu pengetahuan.
Al-khawarizmi juga pernah menjelaskan fungsi dari angka 0, yakni suatu angka yang digunakan untuk mewakili angka. Menurut Al-khawarizmi, angka nol memainkan peranan penting dalam matematika, yakni sebagai identitas tambahan bagi bilangan bulat, bilangan real, dan struktur aljabar lainnya. Selain itu, Al-khawarizmi juga pernah mengembangkan sistem dari bilangan desimal. Sehingga secara keseluruhan, hasil dari difusi angka India ke dalam perangkaan timur tengah beliau tulis dalam karyanya pada tahun 825.
Hasil karya Al-khawarizmi diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan nama Algoritmi de numero Indorum. Berkat karya beliau, lahirlah algoritma. Selain itu, beliau juga menghasilkan tabel trigonometri detail yang berisikan fungsi dari sinus yang mungkin dapat diubah kedalam fungsi tangen.
Tidak hanya berkarya di bidang matematika saja, Al-khawarizmi juga pernah berkarya di bidang geografi. Buku besar beliau yang bernama al-ard (Bumi) juga memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.
Beberapa kitab yang pernah ditulis oleh Al-khawarizmi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12. Tapi sayangnya, kitab asli berbasis bahasa Arab telah hilang. Namun jangan khawatir, karena beberapa kitabnya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin dan sering digunakan sebagai salah satu literatur di Eropa.




Post a Comment